Xavi: Real Madrid Juara Liga Champions, Barcelona Tertidur

Oleh Bogi Triyadi pada 31 Mei 2018, 13:30 WIB
Diperbarui 02 Jun 2018, 13:13 WIB
20151127- Xavi Hernandez - Qatar-AFP Photo

Liputan6.com, Barcelona - Xavi Hernandez mengkritik mantan timnya, Barcelona. Ia menyebut Blaugrana tengah tertidur di tengah dominasi Real Madrid pada kompetisi Eropa.

Barcelona memenangkan trofi Liga Spanyol untuk kali ketiga dalam empat musim terakhir. Selain itu, Lionel Messi dan kolega musim memenangkan gelar Copa del Rey.

Tapi, Real Madrid mengklaim trofi Liga Champions ketiga berturut-turut. Pada laga final di Kiev, Ukraina, Minggu (27/5/2018), Los Blancos mengalahkan Liverpool dengan skor 3-1.

Padahal, Barcelona sudah mendatangkan Luis Suarez dan Ousmana Dembele dalam beberapa musim terakhir. Namun, hal itu belum mampu menghentikan dominasi Madrid di pentas Eropa.

"Madrid memiliki gen pemenang dan Barcelona tertidur," kata Xavi kepada El Penalti.

"Mereka sudah tidak aktif selama bertahun-tahun dengan pemain (yang didatangkan) dan itu mengambil jalan pintas," kritik Xavi.

2 of 3

Beruntung

Selebrasi Real Madrid Usai Juarai Liga Champions 2018
Pemain Real Madrid melakukan selebrasi usai menjadi juara Liga Champions 2018 di Stadion NSK Olimpiyskiy, Ukraina (26/5). Dengan kemenangan tersebut, Real Madrid berhasil menjadi juara Liga Champions tiga kali berturut-turut. (AP/Sergei Grits)

Xavi menyebut kemenangan Real Madrid atas Juventus dalam final Liga Champions adalah sebuah keberuntungan. Cederanya Mohamed Salah dan blunder kiper Loris Karius, contohnya.

Belum lagi cederanya sejumlah pemain lawan saat bertemu Madrid di fase gugur. Bahkan, legenda Barcelona itu menyebut tim racikan Zinedine Zidane kerap diuntungkan wasit.

"Real Madrid memiliki segalanya yang terlihat. Pemain yang cedera, seperti [bintang Paris Saint-Germain] Neymar, [Bayern Munchen Arjen] Robben, [Jerome] Boateng, wasit," ucap Xavi.

"Pemain Liverpool yang paling penting cedera (Mohamed Salah), penjaga gawang Bayern (Manuel Neuer cedera, dan kesalahan semifinal Sven Ulreich), serta Liverpool," lanjutnya.

3 of 3

Tetap Kritik

Meski demikian, legenda Barcelona itu tetap mengkritik mantan timnya tersebut.

"Seperti seorang penyihir, tetapi masalahnya adalah Barcelona tertidur dan tampaknya Barca memenangkan gelar, tetapi yang lain memenangkan Liga Champions," pungkasnya.

Lanjutkan Membaca ↓