Gagal Total di Piala Thomas dan Uber 2018, Ini Saran Menpora untuk PBSI

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 29 Mei 2018, 01:21 WIB
Diperbarui 29 Mei 2018, 01:21 WIB
Piala Thomas dan Uber 2018
Perbesar
Tim Indonesia yang akan berjuang di ajang Piala Thomas dan Uber 2018 bertolak ke Bangkok, Thailand, Rabu (16/5/2018). (PBSI)

Jakarta Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menyarankan PBSI untuk melakukan evaluasi pelatih setelah kegagalan tim bulutangkis Indonesia di Piala Thomas dan Uber 2018

Tim bulutangkis Indonesia gagal total di Piala Thomas dan Uber 2018. Tim putri tersisih di babak perempat final Piala Uber, sedangkan laju tim putra terhenti di babak semifinal Piala Thomas.

Kegagalan ini membuat Imam Nahrawi meminta PBSI untuk melakukan evaluasi menyeluruh mulai dari atlet hingga pelatih. Bahkan, Imam menyarankan agar PBSI memberikan kesempatan pada pelatih Tanah Air lain yang memiliki potensi.

"Saya berterima kasih kepada tim nasional kita yang sudah berjuang baik pada Piala Thomas maupun Piala Uber. Akan tetapi, hasilnya ini menjadi tantangan bagaimana kita untuk melakukan evaluasi dan mengubah cara kepelatihan ataupun strategi penempatan pemain," kata Imam Nahrawi kepada wartawan di rumah dinasnya di Jakarta, Senin (28/5/2018).

"Silakan PBSI dan Binpres untuk melakukan evaluasi. Banyak pelatih kita di luar negeri yang bisa membuktikan dan bisa jadi mereka harus dipanggil lagi," ucap Imam Nahrawi.

Indonesia memang saat ini memiliki pelatih-pelatih terbaik yang bekerja di luar negeri. Contohnya, Mulyo Handoyo yang sempat membangkitan tunggal putra India dan kini kabarnya melatih di Singapura.

Sementara itu, ada pula pelatih asal Indonesia lain layak diperhatian seperti Riony Mainaky yang sukses menjadi bagian kesuksesan Jepang melaju ke final Piala Thomas 2018, serta Rexy Mainaky yang mengantarkan tim Thailand lolos ke final Piala Uber untuk pertama kalinya.