3 Wasit Liga 1 yang Dikecam pada Pekan ke-9

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 21 Mei 2018, 19:40 WIB
Diperbarui 23 Mei 2018, 19:13 WIB
Persija Jakarta Bungkam Arema FC

Liputan6.com, Jakarta - Kepemimpinan wasit menjadi sorotan hampir di setiap pekan kompetisi Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak. Ada yang hanya sekadar mengecam, sampai pula melaporkan sang pengadil pertandingan kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan PSSI.

Tercatat hingga pekan ke-9 Liga 1, PSSI telah merumahkan dua wasit. Pertama, saat pertandingan Bali United melawan PSMS Medan yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan tuan rumah.

Wasit Maulana Nugraha dianggap keliru mengambil keputusan saat pemain Bali United, Nick van der Velden, menerjang penyerang PSMS, Sadney Urikhob. Alih-alih kartu merah, wasit Maulana hanya memberikan kartu kuning kepada gelandang asal Belanda itu.

Kinerja wasit Maulana pada pekan pertama itu dianggap buruk oleh Komite Wasit. Pengadil lapangan asal Semarang tersebut kemudian mendapat hukuman sebulan tidak dapat memimpin pertandingan Liga 1.

Pekan berikutnya, giliran asisten wasit Tri Wahyudi yang dihukum. Tri dianggap keliru dalam mengambil keputusan saat PSMS Medan takluk 1-2 dari Bhayangkara FC. Tri tidak mengangkat bendera tanda offside kala penyerang Bhayangkara FC, Herman Dzumafo menyambut umpan Nikola Komazec. Padahal berdasarkan tayangan ulang, posisi Dzumafo berada di belakang pemain terakhir PSMS. Sama seperti Maulana, Tri juga dinonaktifkan selama sebulan.

Tujuh pekan berselang, ribut-ribut soal kepemimpinan wasit kembali muncul ke permukaan. Bahkan, dua dari tiga klub yang mengeluhkan kinerja pengadil pertandingan telah mengirimkan surat protes kepada PT LIB dan PSSI.

Berikut Liputan6.com rangkum tiga klub yang kecewa dengan kinerja wasit pada pekan ke-9 Liga 1:

2 of 4

Totok Fitrianto

Jacksen F Thiago
Pelatih Barito Putera, Jacksen F Thiago, melayangkan pujian terhadap skuat Bali United yang dianggapnya berada di atas rata-rata klub Indonesia lainnya. (dok. Bali United)

Kemenangan Barito Putera 1-0 di kandang Perseru Serui seakan tidak memuaskan Jacksen F Tiago. Pelatih asal Brasil ini mengecam kepemimpinan wasit Totok Fitrianto.

Jacksen menyebut wasit Totok tidak pantas memimpin pertandingan di Liga 1. Pasalnya, banyak keputusan janggal yang dilakukan Totok, terutama di babak kedua.

"Semua mata bisa melihat kepemimpinan wasit. Apakah kualitas wasit tadi kurang dan di bawah standar, atau kesengajaan? Saya berikan pertanyaan itu kepada mereka (wasit). Saya tidak pernah bicara wasit sama sekali, saya bicara karena kebetulan tim saya menang," kata Jacksen.

Jacksen mengaku beruntung pertandingan itu digelar di Stadion Gajayana, bukan di Stadion Marora yang terkendala dengan lampu penerangan. Mantan pelatih Persita Tangerang tersebut menilai timnya akan kalah dengan kepemimpinan wasit Totok apabila pertandingan dihelat di Marora.

"Babak kedua sangat memalukan. Selama sekian tahun di Indonesia, saya sering mengalami hal-hal aneh. Pemain kami di ruang ganti semua bilang, kalau main di Serui sana dengan wasit begini, kami bisa kalah empat sampai lima gol," tuturnya menambahkan.

3 of 4

Handri Kristanto

Liga 1 Indonesia 2018: Persija Jakarta Vs Borneo FC
Pemain Borneo FC, Julian Faubert, saat pertandingan melawan Persija Jakarta pada laga Liga 1 di SUGBK, Jakarta, Sabtu (14/4/2018). Persija menang 2-0 atas Borneo FC. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Borneo FC berniat melaporkan wasit Handri Kristanto kepada PT LIB dan PSSI. Tim berjuluk Pesut Etam tersebut kecewa dengan keputusan Handri usai kalah 0-1 dari PSM Makassar.

Armada Dejan Antonic tidak puas dengan keputusan wasit Handri yang memberikan tendangan bebas kepada pemain PSM di masa injury time. Lewat free kick tersebut, tuan rumah dapat mencetak gol kemenangan lewat Guy Junior.

"Iya kita laporkan juga soal wasit, kami memakai jalur ini, karena ini sudah alurnya, kalau didiamkan nanti makin tidak bagus sepak bola kita, semoga saja sepak bola kita bisa lebih baik lagi kedepannya," ujar Sekretaris Borneo FC, Hariansyah.

Selepas pertandingan, beberapa pemain yang geram dengan kinerja pengadil pertandingan berusaha mengejar wasit Handri hingga lorong stadion. Beruntung, petugas keamanan berhasil menyelamatkan wasit asal Semarang tersebut dari intimidasi personil Borneo FC.

4 of 4

Annas Apriliandi

Madura United Permalukan Persija di GBK
Pemain Persija melakukan protes kepada wasit Thoriq M Alkatiri saat laga melawan Madura United pada lanjutan Go-Jek Liga 1 Indonesia 2018 bersama Bukalapak di Stadion GBK Jakarta, Sabtu (12/5). Persija kalah 0-2. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Kekalahan 0-2 dari Persela Lamongan menimbulkan luka untuk Persija Jakarta. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut kecewa dengan kepemimpinan wasit Annas Apriliandi, terutama kala mengesahkan gol pertama tuan rumah.

Persela mampu unggul lewat Diego Assis di menit ke-84 dan Shohei Matsunaga pada masa injury time. Proses gol Diego memunculkan perdebatan karena sang pemain dianggap mendorong bola dengan tangan.

Berdasarkan bukti lewat tayangan ulang, Persija telah melaporkan pengadil pertandingan asal Jawa Barat itu kepada PT LIB dan PSSI. Tim berjuluk Macan Kemayoran tersebut berharap, wasit Annas dapat dirumahkan karena kinerjanya yang buruk.

"Kami sudah berjuang, bermain tanpa lelah. Namun, kenapa wasit seperti ini masih diberi kesempatan untuk memimpin pertandingan sekelas Liga 1. Permainan bagus dan menarik, tetapi dirusak oleh kepemimpinan wasit yang tidak pantas dan cakap," ujar Manajer Persija, Marsma TNI Ardhi Tjahjoko.

"Kami telah melampirkan bukti-bukti yang kami miliki dan semoga ada tindak lanjut dari ini semua. Tolong berikan hukuman kepada wasit yang sepert ini, jangan hanya pemain atau ofisial yang diberikan hukuman," imbuh Ardhi.

Lanjutkan Membaca ↓