Pemenang dan Pecundang di 16 Besar Liga Champions

Oleh Jonathan Pandapotan Purba pada 15 Mar 2018, 17:15 WIB
Logo Liga Champions

Liputan6.com, Jakarta - Babak 16 besar Liga Champions telah berakhir. Sejumlah kejutan yang terjadi membuat kepala pencinta sepak bola geleng-geleng.

Sebelum babak perempat final berlangsung, ada banyak prediksi. Para pengamat menghiasi media-media olahraga dunia dan meramalkan tim-tim mana saja yang akan merapat ke babak delapan besar.

Tentunya, ramalan ini berdasarkan banyak hal. Mulai dari performa tim saat pengundian berlangsung, hingga faktor sejarah. Namun, ada beberapa prediksi yang melesat, bahkan membuat kita kaget.

Berikut ini adalah daftar kejutan dengan deretan pemenang dan pecundang yang mewarnai babak 16 besar Liga Champions 2017/2018.

2 of 3

Pemenang

Sevilla

Striker Sevilla, Wissam Ben Yedder, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Manchester United pada laga Liga Champions di Stadion Old Trafford, Selasa (13/3/2018) (AP/Martin Rickett)

Sevilla adalah kejutan terbesar di babak 16 besar Liga Champions. Mereka sukses menyingkirkan tim sekelas Manchester United (MU) yang diisi pemain-pemain mahal.

Hebatnya lagi, Sevilla sukses membungkam Setan Merah 2-1 di Old Trafford. Pemain pengganti Sevilla, Wissam Ben Yedder menjadi pahlawan tim tamu. Ia memborong dua gol Sevilla di menit ke-74 dan 78.

Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah Sevilla berhasil lolos ke babak delapan besar.

Cristiano Ronaldo

Pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo merayakan gol  ke gawang PSG pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (7/3). (AP/Francois Mori)

Banyak yang meragukan kemampuan Ronaldo saat menghadapi Paris Saint-Germain (PSG). Pasalnya, pemain asal Portugal itu sempat mandul di awal musim.

Namun, Ronaldo bangkit di momen yang pas. Dalam dua pertemuan dengan PSG, Ronaldo menyumbangkan tiga gol yang ikut menentukan kemenangan agregat 5-2 Los Blancos.

Kini, Ronaldo kembali tajam lagi dan ia bakal habis-habisan mengantar Madrid merebut gelar Liga Champions ketiga secara beruntun.

Lionel Messi

Pemain Barcelona, Lionel Messi merayakan golnya ke gawang Chelsea pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions di Camp Nou, Rabu (14/3) (AP/Emilio Morenatti)

iMessi tampil impresif lawan Chelsea. Dalam dua pertemuan, pemain asal Argentina itu melesakkan tiga gol ke gawang Thibaut Courtois.

Hal ini menjadi semacam angin segar bagi La Pulga. Sebab, ia selalu gagal mencetak gol ke gawang Chelsea dalam delapan pertemuan sebelumnya.

Tak hanya itu, tiga gol tersebut juga menambah pundi-pundi gol Messi di Liga Champions menjadi 100. Ia mencatatkannya hanya dalam 123 laga.

3 of 3

Pecundang

Jose Mourinho

Pelatih Manchester United, Jose Mourinho berjalan sambil tertunduk usai pertandingan melawan Sevilla pada leg kedua babak 16 Liga Champions di Old Trafford, Inggris (13/3). (AFP Photo/Oli Scarff)

Entah apa yang terjadi dengan Manajer MU, Jose Mourinho. Pria yang pernah dua kali memenangi gelar Liga Champions itu babak belur di tangan Sevilla.

Pada leg pertama, kedua tim bermain imbang 0-0. MU pun kemudian lebih diunggulkan pada leg kedua yang akan berlangsung di Old Trafford.

Nyatanya, Setan Merah tampil sangat buruk, hingga akhirnya tersingkir. Dalam laga yang berakhir 2-1 untuk kemenangan Sevilla itu, taktik Mourinho tidak jelas dan keputusannya memainkan Marouane Fellaini sebagai starter juga dipertanyakan.

PSG

Ekspresi pemain Paris Saint-Germain (PSG), Edinson Cavani saat bertanding melawan Real Madrid pada babak 16 besar Liga Champions di Stadion Parc des Princes, Paris, Prancis, Selasa (6/3) (AP Photo/Francois Mori)

PSG mengeluarkan lebih dari 400 juta euro untuk mendatangkan Kylian Mbappe dan Neymar di bursa transfer. Tujuannya untuk meraih gelar Liga Champions.

Namun, yang terjadi malah sebaliknya. Jangankan juara, untuk lolos ke perempat final saja, pasukan Unai Emery tak berhasil. Mereka disingkirkan Real Madrid.

Pada leg kedua lawan Los Blancos, Neymar tak bisa main karena cedera. Sementara Mbappe tak berkutik di lapangan. Pada akhirnya, PSG harus mengubur dalam-dalam mimpi mereka.

Paul Pogba

Gelandang Manchester United Paul Pogba berjalan keluar lapangan setelah kalah 1-2 dari Sevilla pada leg kedua 16 besar Liga Champions di Old Trafford, Selasa (13/3) (Oli SCARFF/AFP)

Pogba adalah pecundang sejati di babak ini. Selama dua leg pertemuan dengan Sevilla, gelandang MU itu hanya tampil kurang lebih selama 103 menit.

Pada leg pertama, ia jadi cadangan dan baru masuk setelah Ander Herrera cedera di menit 17. Sementara leg kedua, Pogba hanya bermain di 30 menit terakhir.

Ini semua karena Mourinho sudah tak percaya pada kemampuan pemain asal Prancis tersebut. Pogba seakan telah kehilangan sihirnya di lapangan.

Lanjutkan Membaca ↓