Buffon Minta Timnas Italia Panggil Lagi Balotelli

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 28 Feb 2018, 08:50 WIB
Diperbarui 28 Feb 2018, 08:50 WIB
Mario Balotelli
Perbesar
Mario Balotelli (AP Photo/Luca Bruno)

Liputan6.com, Jakarta Kiper veteran Juventus, Gianluigi Buffon, menilai striker Nice, Mario Balotelli, layak untuk dipanggil kembali ke dalam skuat timnas Italia. Ia pun berharap pemain bengal itu bisa bergabung kembali dengan tim Azzuri. Sebelumnya, Balotelli pernah membela Italia pada periode Agustus 2010 hingga Juni 2014. Kurun waktu tersebut, ia mencatatkan 33 caps dan menyumbang 13 gol.

Namun, selepas gelaran Piala Dunia 2014, Balotelli dicoret dari timnas. Pertandingan melawan Uruguay (kalah 0-1) di babak penyisihan grup ketika itu, menjadi penampilan terakhir striker keturunan Ghana itu untuk Timnas Italia.

“Terlepas dari apakah saya masih melihatnya di lapangan lagi atau tidak, saya akan sangat senang bila Mario kembali ke timnas Italia. Dia memiliki kesempatan untuk membuktikan kelayakannya karena dia 100 persen sudah matang. Dia memiliki apa yang kita saksikan sebagai seorang pemain, seperti misalnya kemampuan untuk menjadi jawara, dan membuktikannya secara konsisten,” ujar Buffon kepada Tiki Taka.

Pencoretan Balotelli tidak terlepas dari penurunan performanya di level klub usai Piala Dunia 2014. Namun, dalam dua musim terakhir, semenjak bergabung dengan Nice, striker 27 tahun itu kembali menemukan performa terbaiknya. Musim ini saja, dia sudah mencetak 21 gol dalam 29 pertandingan di semua ajang.

“Harus ada kesempatan untuk Mario, sejak sekarang sampai dia berhenti bermain. Menurut saya, atas apa yang telah dia lakukan dan sedang lakukan dalam dua tahun ini, dia layak mendapat perhatian dan sangat pantas dipertimbangkan,” kata Buffon.

“Pada akhirnya, kita bicara soal pemain yang mungkin tidak akan pernah memiliki konsistensi seperti Balotelli. Yang pasti, sepak bola Italia berharap dia sudah matang sempurna,” tambah Buffon.

2 dari 3 halaman

Komentari Kiper Generasi Muda

Piala Dunia 2018
Perbesar
Kiper Juventus, Gianluigi Buffon menangis setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2018 usai bertanding melawan Swedia pada leg kedua babak playoff di San Siro, Milan (13/11). Usai pertandingan Buffon pensiun dari timnas Italia. (AP Photo/Luca Bruno)

Pada kesempatan itu, Buffon juga turut berkomentar soal kiprah sejumlah kiper muda. Salah satunya adalah kiper AC Milan, Gianluigi Donnarumma, yang telah ia beri lampu hijau untuk menggantikan perannya sebagai penjaga gawang nomor satu timnas Italia.

“Itu bukan seperti saya memberikannya kepadanya. Dia memang memenangi itu dan layak untuk itu, berkat performanya dalam beberapa tahun ini dan talenta yang ia tunjukkan,” tutur Buffon.

Buffon juga memuji kiper AS Roma, Alisson Becker, yang tengah naik daun dan menjadi rebutan klub-klub raksasa Eropa.

“Menurut saya Alisson hanya kejutan bagi orang yang tidak mengenal penjaga gawang dan peran penjaga gawang pada umumnya. Karena saya sudah perhatikan dia selama dua atau tiga tahun ini. Dia selalu mengagetkan saya, terlebih karena kekalemannya dalam menghadapi pertandingan, dan sikap rendah hatinya atas penyelamatan-penyelamatan yang dia lakukan,” kata Buffon.

3 dari 3 halaman

Sapaan Khusus buat Szczesny

Wojciech Szczesny
Perbesar
Kiper Juventus Wojciech Szczesny. (AFP/Marco Bertorello)

Tak ketinggalan, Buffon juga menyanjung penerusnya di Juventus, Wojciech Szczesny, yang telah sabar menjadi kiper cadangan musim ini.

“Kami berteman baik. Kami sangat akrab karena pada akhirnya kami menciptakan persatuan dan kolaborasi yang luar biasa. Setiap kali Tek (sapaan Buffon untuk Szczesny) bermain, dia selalu tampil sebagai protagonis. Dia sudah memberi kami banyak poin dan membuat kami menjaga jarak dengan Napoli,” jelas Buffon.

“Dia meminta kami memanggilnya Tek, karena nama dia dan nama panggilannya tidak bisa diucapkan. Akhirnya dia menemukan cara untuk membantu orang-orang memanggil namanya,” Buffon menambahkan. (Abul Muamar)

Lanjutkan Membaca ↓