3 Hal yang Dikorbankan Pedrosa demi Rengkuh Titel Dunia MotoGP

Oleh Yus Mei Sawitri pada 25 Feb 2018, 22:35 WIB
Diperbarui 25 Feb 2018, 22:35 WIB
Dani Pedrosa

Jakarta - Pebalap Spanyol, Dani Pedrosa, belum sekali pun merengkuh gelar juara dunia MotoGP.  Menjelang MotoGP 2018, Pedrosa serius ingin menyudahi penantian panjang itu. 

Predrosa sebenarnya punya modal meyakinkan saat promosi ke MotoGP pada 20016. Dia telah mengantongi titel juara dunia 125 cc (2003) dan dua kali di kelas 250cc (2004 dan 2005). Bahkan, titel juara dunia pertamanya di kelas 250cc sangat istimewa. Saat itu, dia menjadi juara dunia termuda sepanjang sejarah kelas 250cc. 

Perjalanan karier Pedrosa di kelas MotoGP sebenarnya juga cukup mengesankan. Hanya Valentino Rossi yang berhasil mengoleksi jumlah podium lebih banyak daripada Pedrosa di kelas premier. 

Namun, catatan apik Pedrosa tersebut belum pernah berujung gelar juara dunia. Kansnya makin sulit saat Repsol Honda menggaet Marc Marquez pada 2013. Sejak bergabung dengan Honda, Marquez kini telah mengantongi empat gelar juara dunia MotoGP, termasuk pada 2017. 

Kini, Dani Pedrosa tak mau gagal lagi. Pebalap yang berjuluk Little Spaniard tersebut bersiap melakukan pengorbanan besar demi meraih gelar juara dunia untuk kali pertama.

Berikut beberapa pengorbanan yang akan dilakukan Dani Pedrosa seperti dilansir Red Bull: 

 

2 dari 4 halaman

Tak Lagi Bermain Ski

Dani Pedrosa, MotoGP
Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. (AFP/Jure Makovec)

Dani Pedrosa tak ingin mengalami cedera seperti yang kerap merecokinya sepanjang berkarier di kancah MotoGP. Kali ini, dia berusaha keras menghindari aktivitas yang berpotensi membuatnya cedera, termasuk di luar lintasan.

Salah satu aktivitas yang akan ditinggalkan Pedrosa adalah bermain ski. Dia kerap bermain ski dengan rekan-rekannya di Austria dan Swiss. Pada tahun ini, pebalap berusia 32 tahun tersebut hanya akan menjadi penonton. 

"Saya sering bermain ski saat musim dingin. Pada musim dingin ini, saya tak akan pergi ke sana, meskipun bakal sangat merindukannya," kata Pedrosa. 

"Saya ingin berlatih penuh dan tak mengalami cedera yang tidak terduga." 

 

 

3 dari 4 halaman

Tinggalkan Motocross

Dani Pedrosa
Pebalap Honda, Dani Pedrosa. (AFP/Toshifumi Kitamura)

Daftar patah tulang yang dialami Dani Pedrosa selama 12 tahun berkarier di kancah MotoGP cukup panjang dan menyakitan. Meskipun demikian, dia masih menikmati menggeber motocross saat punya waktu senggang. 

Hobi serupa juga dimiliki rekan setimnya, Marc Marquez. Rivalnya dari Movistar Yamaha, Valentino Rossi juga dikenal sangat keranjingan menggeber motocroos. 

Namun, pada musim ini, Pedrosa bertekad menjaga jarak dengan hobinya tersebut, demi menghindari cedera yang tak diharapkan. 

"Sepanjang karier, saya telah menggunakan motocross sebagai metode latihan. Sayangnya, motocross terlalu berbahaya, karena Anda bisa mengalami kecelakaan dengan mudah. Saya tak ingin mengambil risiko," ujar Dani Pedrosa. 

 

4 dari 4 halaman

Berlatih Lebih Keras

Dani Pedrosa
Pebalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. (dok. MotoGP)

Selain menghindari kegiatan-kegiatan yang berpotensi memicu cedera, Pedrosa juga berkomitmen untuk berlatih lebih keras. Apalagi, persaingan pada MotoGP 2018 diprediksi bakal berjalan lebih sengit. 

Marc Marquez masih menjadi pebalap yang paling difavoritkan untuk menjadi juara dunia MotoGP 2018. Selain itu ada Andrea Dovizioso, Maverick Vinales, dan Valentino Rossi. 

Jorge Lorenzo yang musim lalu terpuruk punya kans untuk kembali menggebrak. Johann Zarco juga punya kans jadi kuda hitam.

"Saya berlatih setiap hari untuk menjadi juara dunia. Kompetisi sangat panjang dan kami akan berusaha sejak balapan pertama," tegas Dani Pedrosa. 

 

Lanjutkan Membaca ↓