Persebaya Gagal ke Semifinal, Otavio Dutra Mengaku Bersalah

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 05 Feb 2018, 06:36 WIB
Diperbarui 05 Feb 2018, 06:36 WIB
PSMS Medan, Piala Presiden 2018, Persebaya Surabaya
Perbesar
Bek Persebaya, Otavio Dutra, tampak sedih usai gagal mencetak gol penalti saat melawan PSMS pada laga perempat final Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, (3/2/2018). PSMS menang adu penalti dengan skor 4-3. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Solo - Langkah Persebaya Surabaya di Piala Presiden 2018 terhenti di babak delapan besar. Tim berjuluk Bajul Ijo itu bertekuk lutut dengan skor 6-7 di tangan PSMS Medan pada Sabtu (3/2/2018) di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah.

Setelah bertanding 3-3 di waktu normal, pertandingan dilanjutkan melalui babak adu penalti. Pada fase tos-tosan, empat penendang Persebaya gagal menjalankan tugasnya dengan baik.

Alhasil, Bajul Ijo tumbang secara dramatis. Otavio Dutra menjadi salah satu eksekutor Persebaya yang eksekusinya tidak berbuah gol.

Sepakan bek berusia 34 tahun itu dibendung oleh kiper PSMS, Abdul Rohim. Dutra mengakui kegagalannya menendang penalti menjadi biang keladi kekalahan Persebaya.

"Itu sudah jelas kesalahan saya. Ini tidak bicara mental atau tekanan. Saya yang sepenuhnya melakukan kesalahan. Saya mengambil pilihan menembak ke sebelah kiri kiper. Tapi ternyata kiper juga bisa menebak dengan tepat arah bola," ujar Dutra, seperti dilansir dari laman resmi Liga 1.

2 dari 3 halaman

Pelatih Kecewa

	Pemain Persebaya merayakan gol yang dicetak oleh Nelson Alom ke gawang PSMS pada laga perempat final Piala Presiden di Stadion Manahan, Solo, Sabtu, (3/2/2018). PSMS menang adu penalti atas Persebaya dengan skor 4-3. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Di waktu normal, Persebaya melakukan comeback mengesankan. Bajul Ijo berhasil mencetak dua gol untuk mengejar ketertinggalan menjadi 3-3.

Mengalami kekalahan lewat drama adu penalti tentu amat sangat mengecewakan. Pelatih Persebaya, Angel Alfredo Vera merasa timnya seharusnya dapat keluar sebagai pemenang.

"Tidak ada siapa pun yang suka kalah, tapi dari pertandingan ini kami dapat banyak pengalaman," ujar Alfredo Vera.

"Mungkin kecewa karena kami seharusnya menang. Lihat kami sempat ketinggalan 1-3 tetapi bisa menyusul 3-3. Itu merupakan poin yang baru buat kami. Bisa saja mungkin kami menang langsung di pertandingan, tapi sekali lagi sepak bola ya seperti itu," katanya melanjutkan.

3 dari 3 halaman

Tidak Berjodoh

Alfredo Vera memuji kerja keras Rendi Irwan dan kawan-kawan selama mengarungi Piala Presiden 2018. Khusus untuk evaluasi menyambut kompetisi Liga 1, arsitek asal Argentina ini belum mau berbicara banyak.

"Saya pastikan tim ini sudah bekerja keras, tapi ke depan masih ada waktu untuk memperbaiki kekurangan. Mungkin kami tidak jodoh dengan semifinal. Soal adu penalti itu sudah biasa kami latih. Tapi saya pikir kami ada sedikit kurang tenang, ditambah pertandingan tidak bisa diprediksi,” ujar Alfredo Vera.

"Saya juga belum bisa memberi evaluasi sekarang, masih banyak pikiran di kepala. Nanti kalau lebih tenang baru bisa melakukan evaluasi," jelas mantan arsitek Persipura Jayapura.

Lanjutkan Membaca ↓