LEGENDA: Menyapa Dede Sulaeman, Pengoyak Gawang Korsel di PPD 86

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 31 Jan 2018, 15:15 WIB
Dede Sulaeman

Liputan6.com, Jakarta - Bagi pecinta Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, nama Dede Sulaeman tentu tak asing di telinga. Ia menjadi salah satu sosok dalam generasi emas tim Macan Kemayoran dan Merah Putih.

Di usia yang kini menginjak 62 tahun, Dede masih menyempatkan diri bermain sepak bola. Meski postur tak lagi ideal, kekuatan fisik yang tak seperti dulu, dan kemampuannya sebagai penyerang sayap telah menghilang, ia turut serta dalam ajang Trofeo Cup 2018 yang digulirkan di GOR Soemantri, Jakarta, Senin (29/1/2018).

Liputan6.com pun mencoba menyapa sosok yang pernah mengharumkan nama Persija dan Timnas Indonesia ini. Dengan ramah ia menjawab semua pertanyaan meski saat awalnya ia sedang mengobrol dengan rekan-rekannya yang tergabung dalam skuat Persija OldStars seperti Tonny Tanamal dan Donny Pattinasarany.

"Alhamdulillah kabar saya baik. Sudah tidak ada kegiatan di kantor setelah mengabdi di Pertamina selama 34 tahun," kata Dede saat duduk di tribun penonton GOR Sumantri dengan mengenakan kemeja putih dan celana panjang hitam tersebut.

Setelah meninggalkan Pertamina, Dede memutuskan kembali menggeluti sepak bola. Jelas bukan sebagai pemain. Kini, ia menjalani tugas sebagai talent scouting dalam liga remaja yang digulir salah satu media di Indonesia.

1 of 4

Kenangan Lawan Korsel

Dede Sulaeman (kiri). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tujuannya kembali turun gunung ke sepak bola hanya satu. Ia ingin pembinaan usia muda sepak bola Indonesia berjalan dengan baik. "Usia muda adalah pondasi sepak bola. Kalau usia mudanya tertata dengan baik, otomatis sampai di senior pun mereka akan baik," Dede menjelaskan.

Setelah bertanya soal kabar terkini, Dede pun mengenang masa-masa kejayaannya bersama Persija dan Timnas Indonesia. Salah satu aksinya yang paling diingat adalah aksinya menjebol gawang Korea Selatan pada Pra Piala Dunia (PPD) 1986.

 

2 of 4

Momen Timnas

Dede Sulaiman (jongkok paling kiri) bersama skuat Timnas Indonesia pada SEA Games 1979. (Dok.pribadi Dede Sulaiman)

Saat itu, Asia hanya mendapat jatah dua tiket yang diperebutkan 27 tim untuk Piala Dunia 1986. Di Grup 3B kualifikasi, Timnas Indonesia menempati posisi teratas setelah memenangkan persaingan dengan India, Thailand, dan Bangladesh. Begitu juga dengan Korsel yang menjuarai Grup 3A yang dihuni Malaysia dan Nepal.

Selanjutnya, Timnas Indonesia pun harus melakoni dua pertemuan dengan Korsel. "Waktu main di Korsel kita kalah 0-2. Di Jakarta kalah 1-4. Satu gol itu yang bikin saya," ucap Dede sambil sedikit tersenyum.

Saat tampil di Olympic Stadium, Seoul, 21 Juli 1985, tim Merah Putih takluk 0-2 akibat gol Byun Byuun-Joo di menit ke-73 dan Kim Jo-Sung ke-81. Di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), 30 Juli 1985, Korsel mencetak empat gol lewat Byung-Joo di menit ketujuh, Choi Soon-Ho kesembilan, Huh Jung-Moo ke-32, dan Joo-Sung ke-41. Sedangkan gol Dede tercipta di menit ke-87.

 

3 of 4

Momen bersama Persija

Dede Sulaeman (kedua kiri). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Setelah mengenang masa-masa bersama Timnas Indonesia, Dede pun mengenang momen-momen bersama Persija. Seperti diketahui, Dede memperkuat Persija selama lima tahun, yakni dari 1973-1978. Selama itu, ada momen indah dan pedih yang dirasakan ayah dari tiga anak tersebut.

"Tahun 73 saya masuk, 74 ikut Piala Soeratin, jadi juara. Di senior, tahun 78 juara juga. Tapi, saya terkadang sedih saat mengingat momen di final Soeharto Cup. Lawannya waktu itu Makassar. Mereka juara karena kami kalah 1-2," ungkapnya.

Karena kecintaanya terhadap sepak bola, ia pun memutuskan ikut serta dalam pembinaan usia muda. Terlebih, ia juga merasa sedih melihat kondisi pembinaan usia dini di Indonesia saat ini. Harapannya, dengan sedikit bantuannya, ia bisa ikut berperan dalam membantu perkembangan sepak bola Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓