Rival Dukung Suzuki Terima Konsesi di MotoGP 2018

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 07 Jan 2018, 07:30 WIB
Diperbarui 07 Jan 2018, 07:30 WIB
Andrea Iannone, MotoGP
Perbesar
Aksi pembalap Suzuki Ecstar, Andrea Iannone di MotoGP 2017 dinilai sudah cukup baik. (Suzuki Racing)

Liputan6.com, Terlepas dari penampilan buruk di MotoGP 2017, Suzuki Ecstar mendapatkan sedikit berkah untuk menghadapi musim 2018. Pasalnya, pabrikan asal Jepang itu akan kembali mendapatkan konsesi penuh.

Di MotoGP 2017, Suzuki sama sekali tak mendapatkan podium dari 18 balapan. Performa Andrea Iannone dan Alex Rins jauh di bawah harapan. Pencapaian terbaik Iannone hanya finis keempat MotoGP Jepang. Sedangkan rapor terbaik Rins finis keempat MotoGP Valencia.

Akibat keterpurukan itu, Suzuki pun akan mendapatkan kompensasi untuk melakukan pengembangan mesin tak terbatas sepanjang musim. Secara keseluruhan, mereka akan mendapatkan kemudahan dalam jumlah mesin yang disediakan (dari 7 jadi 9), tak akan ada pembatasan tes, dan tak dilarang melakukan pengembangan mesin saat musim berjalan.

"Saya pikir ini adalah peraturan yang bagus, jujur saja. Sudah terbukti beberapa tahun terakhir ini, bahwa hal itu untuk membantu pabrikan yang sedang berjuang dalam kejuaraan. Saat ini persaingan antar semua produsen cukup sengit. Ini bagus untuk pertunjukkan," kata bos Honda, Livio Suppo, dilansir Speedweek.

Konsesi penuh juga sempat mereka dapatkan di MotoGP 2016. Namun, hal tersebut tak mereka dapatkan di musim 2017. Itu karena Maverick Vinales mampu meraih empat podium, salah satunya kemenangan di Inggris yang juga menjadi kemenangan perdana Suzuki sejak 2007.

 

Dukungan Yamaha dan Ducati

Pembalap Suzuki Ecstar, Andrea Iannone. (Twitter/MotoGP)

"Ducati memanfaatkan peraturan ini saat kami tak kompetitif, untuk bisa meningkatkan pengembangan motor. Ketika kami sampai pada tingkat di mana kami bisa mencetak podium, kami kehilangan konsesi. Saya pikir ini adalah peraturan yang berlaku untuk semuanya, ini adil," timpal Direktur Olahraga Ducati, Paolo Ciabatti.

Dengan konsensi penuh, setidaknya Suzuki sudah mendapatkan modal bagus untuk menatap MotoGP 2018. Tak hanya Honda, petinggi Yamaha, Lin Jarvis juga mendukung hal itu demi meningkatkan level kompetisi

"Jika Suzuki bisa menggunakan konsesi ini untuk meningkatkan permainan dan menjadi lebih kompetitif, itu akan meningkatkan level secara keseluruhan. Menurut saya, salah satu keunggulan kami (MotoGP) dibandingkan olahraga motor lain adalah tingkat balap tahun 2017 sangat fenomenal," jelas Jarvis.

 

 

Indikasi Positif

Pembalap Suzuki Ecstar, Alex Rins. (PETER PARKS / AFP)

Sejatinya, Suzuki sendiri mampu memperlihatkan indikasi positif pada tes MotoGP, November 2017. Pada hari pertama tes di Sirkuit Jerez, Spanyol, Andrea Iannone tampil sebagai yang tercepat usai mengukir waktu 1 menit 38,280 detik. Pada hari kedua, Iannone menempati urutan keempat dan Rins di posisi keenam.

Pada hari ketiga, Iannone sukses kembali menempati urutan teratas. Bahkan, catatan waktunya jauh lebih baik dari sebelumnya, yakni 1 menit 38,030 detik. Rins juga mampu mengintai dari urutan keempat.

Lanjutkan Membaca ↓