MotoGP: 3 Tim Pabrikan Sepakat soal Penggunaan Mesin

Oleh Liputan6.com pada 01 Des 2017, 13:45 WIB
Diperbarui 01 Des 2017, 13:45 WIB
MotoGP
Perbesar
Balapan MotoGP di Sirkuit Silverstone, Inggris. (Silverstone)

Liputan6.com, London - Pembatasan pengujian mesin untuk tim pabrikan MotoGP telah ditetapkan FIM ( Fédération Internationale de Motocyclisme) mulai musim depan. Kebijakan itu ternyata menimbulkan pro dan kontra.

Tim Suzuki misalnya, mereka menyatakan bahwa dengan adanya pembatasan tersebut membuat kuda besi GSX-RR sejauh ini ternyata dirasakan menjadi pilihan terbaik.

Pada gelaran MotoGP tahun ini, ada dua jenis pabrikan di MotoGP berdasarkan jumlah dan penggunaan model mesin. Pertama, Aprilia dan KTM sejauh ini masih diperbolehkan menggunakan sembilan mesin untuk para pembalapnya.

Kedua adalah untuk pabrikan yang tidak memiliki konsesi seperti Honda, Yamaha, Ducati, dan Suzuki di mana pemakaian dibatasi hanya tujuh mesin saja. Tapi, ada pembatasan mengenai pengembangannya.

Menanggapi hal tersebut, tiga tim pabrikan MotoGP yakni Yamaha, Honda, dan Ducati memberikan komentarnya. Lin Jarvis yang mewakili tim Garpu Tala menganggap bahwa semua tim mendapat keuntungan dari regulasi yang ditetapkan oleh FIM.

Keuntungan Besar

"Konsesi membuat produsen lebih cepat bersaing, meningkatkan tingkat keseluruhan di kejuaraan dunia balap motor. Ini adalah salah satu keuntungan besar dari di dunia motorsport yang bisa kita lihat menjadi balap fenomenal di sini," jelas Jarvis, seperti dikutip dari Speedweek, Jumat (1/12/2017).

"Pada tahun 2017, kami memiliki balapan kering yang hebat dan balapan basah yang luar biasa. Produsen yang kuat sangat penting Itu lebih baik bagi kita semua," ungkapnya.

Lain halnya dengan mantan bos Honda, Livio Suppo. Menurutnya, perubahan yang dilakukan FIM maupun Dorna Sports dalam beberapa tahun terakhir mengarah ke arah yang positif.

"Karena persaingan antar produsen sangat dekat. Itu sangat bagus untuk pertunjukan. Itu sebabnya kami melihat balapan yang begitu mengasyikkan. Ini penting bagi kita semua," terang Suppo.

Peluang Lebih Baik

"Suzuki memiliki peluang lebih baik lagi tahun depan, termasuk juga dengan KTM di mana mereka melakukan yang terbaik di tahun ini. Sehingga aturan ini memungkinkannya bersaing," kata Suppo.

 

Hal senada juga disampaikan Direktur olahraga Ducati Paolo Ciabatti. Dia mengatakan itu aturan yang adil untuk seluruh tim produsen dan sekaligus dapat membantu untuk mendongrak popularitas dunia balap motor di dunia.

"Setiap seri akan sangat menarik perhatian karena setiap tim akan mencapai tingkat yang lebih baik," ujar Ciabatti. (David Permana)

Lanjutkan Membaca ↓