3 Pemain Senior Ini Berpotensi Dibawa Timnas Indonesia ke Aceh

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 27 Nov 2017, 06:48 WIB
Diperbarui 27 Nov 2017, 06:48 WIB
Timnas Indonesia, Guyana, Ilija Spasojevic
Perbesar
Para pemain Timnas Indonesia merayakan kemenangan atas Guyana pada laga persahabatan di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (25/11/2017). Indonesia menang 2-1 atas Guyana. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Liputan6.com, Jakarta - Usai menjalani tiga laga uji coba beruntun, ada satu ajang lagi yang bakal dilakoni Timnas Indonesia. Mereka bakal bertolak ke Pulau Sumatera untuk turun dalam ajang Aceh World Solidarity Cup, 2-6 Desember 2017

Agenda padat tengah dijalani Luis Milla bersama Timnas Indonesia. Dalam rangka persiapan menuju Asian Games 2018, banyak uji coba yang dilakoni tim Merah Putih. Terkini, mereka sempat dua kali melawan Suriah U-23 dan sekali melawan Guyana.

Saat melawan Suriah U-23, timnas U-23 dan timnas senior harus menelan kekalahan. Beruntung, laga terakhir melawan Guyana di Stadion Patriot, Bekasi, Sabtu (25/11/2017), bisa dimaksimalkan skuat Garuda dengan kemenangan.

Selanjutnya, skuat Timnas Indonesia tak lantas dibubarkan. Akan ada 25 pemain yang dibawa Milla ke Aceh. Di sana, mereka akan menghadapi Mongolia, Brunei Darussalam, dan Kyrgyzstan. Dari 25 pemain itu, tiga di antaranya adalah pemain senior.

Ada beberapa nama paling berpeluang untuk mengisi slot tiga pemain senior yang ditetapkan Luis Milla. Berikut adalah prediksi Liputan6.com mengenai siapa saja ketiga pemain tersebut:

 


1. Ilija Spasojevic

Spaso adalah pemain senior yang hampir pasti dibawa Milla ke Aceh. Usai kalah 0-1 dari Suriah U-23, Milla mencoret tujuh pemain senior dan hanya mempertahankan penyerang Bhayangkara FC tersebut.

Spaso pun membayar kepercayaan Milla dengan aksi mengesankan. Pemain naturalisasi itu mencetak dua gol kemenangan 2-1 timnas atas Guyana. Penampilannya tentu mengundang decak kagum meski Milla tak ingin memujinya secara langsung.

Pemain depan Timnas Indonesia, Illija Spasojevic merayakan kemenangan atas Guyana pada laga persahabatan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Sabtu (25/11). Spaso mencetak dua gol dan membawa Indonesia unggul 2-1. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Sejatinya, nama Spaso sudah cukup lama direkomendasikan untuk timnas. Itu karena ia memiliki performa mengesankan sepanjang paruh kedua Liga 1 2017 bersama Bhayangkara. Tercatat, ia melesakkan 12 gol dan menciptakan dua assist.

Kontribusinya pun membawa Bhayangkara tampil sebagai juara Liga 1. Jika mampu kembali membuktikan kehebatannya di Aceh, peluang pemain kelahiran 11 September 1987 itu untuk tampil di Asian Games 2018 bakal semakin terbuka.

 


2. Andritany Ardhiyasa

Sejatinya, timnas sudah memiliki stok kiper yang memadai. Selain Satria Tama yang tampil mengesankan di SEA Games 2017, Milla juga masih memiliki Awan Setho Raharjo.

Nama terakhir baru saja diberi kesempatan untuk melakoni debutnya bersama timnas senior saat melawan Guyana. Masalahnya, terlepas dari kebobolan satu gol, ketangguhan kiper Bhayangkara itu tak begitu teruji saat melawan Guyana.

Kiper Indonesia, Andritany, meninju bola saat pertandingan melawan Suriah U-23 pada laga persahabatan di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Sabtu (18/11/2017). Indonesia kalah 0-1 dari Suriah U-23. (Bola.com/ M Iqbal Ichsan)

Jadi, mungkin saja Milla akan membawa sosok yang cukup berpengalaman dalam turnamen di Aceh. Jika pilihan itu diambil, Andritany lah yang paling layak mendapat kepercayaan karena statusnya sebagai kiper utama timnas senior.

Terlebih, Andritany juga memperlihatkan aksi mengesankan selama membela Persija Jakarta di Liga 1. Kesuksesan Persija finis di urutan keempat tak lepas dari kontribusinya. Sepanjang musim lalu, Persija menjadi tim yang paling sedikit kebobolan, yakni hanya 24 kali.

 


3. Achmad Jufriyanto

Dengan menumpuknya stok penyerang dan gelandang, pilihan yang mungkin diambil Milla adalah membawa pengalaman untuk lini belakang timnya. Memang ada beberapa nama yang cocok untuk dipanggil pelatih asal Spanyol itu.

Namun, tampaknya sosok Jufriyanto yang mungkin patut dicoba. Terlepas dari keterpurukan Persib Bandung di Liga 1, performa pemain yang akrab disapa Jupe itu tetap layak diacungi jempol.

Achmad Jufriyanto (kiri) (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Itu mengapa Jupe menjadi salah satu nama senior yang kerap mendapat panggilan Milla untuk membela timnas. Pengalamannya jelas sangat dibutuhkan, apalagi ia juga pernah tampil di Asian Games 2014 bersama Victor Igbonefo dan Ferdinand Sinaga sebagai pemain senior.

Pemain berusia 30 tahun itu juga sudah terang-terangan mengakui ketertarikannya untuk membela timnas di Asian Games 2018. "Pengalaman yang saya miliki bisa saya bagikan, jadi ide kepada pemain (muda) di sini. Apalagi saya sempat bermain di Asian Games 2014, saya bagikan kekurangan dan kelebihan lawan seperti apa."

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya