Bos Suzuki Bicara MotoGP Indonesia dan Prediksi Juara

Oleh Defri Saefullah pada 28 Okt 2017, 08:00 WIB
Diperbarui 28 Okt 2017, 08:00 WIB
Davide Brivio
Perbesar
Davide Brivio saat diwawancara wartawan Indonesia di hospitality room Suzuki (Liputan6.com/Defri Saefullah)

Liputan6.com, Kuala Lumpur - Manajer Tim Suzuki Ecstar, Davide Brivio menyambut baik kehadiran wartawan Indonesia di hospitality room di sela-sela latihan bebas MotoGP Malaysia, Jumat (27/10/2017). Dia sangat ramah dalam menjawab pertanyaan dari wartawan Indonesia, meski terkadang harus mengulang pertanyaan.

Ada 10 wartawan yang diundang Suzuki untuk meliput kegiatan MotoGP Malaysia yang berlangsung 27 hingga 29 Oktober 2017. Brivio langsung menyalami satu per satu wartawan Indonesia setelah diperkenalkan.

Kehadiran wartawan Indonesia mau tak mau membuatnya ungkit soal MotoGP di Indonesia. Dia mempertanyakan mengapa Sirkuit Sentul belum berubah.

"Kenapa Sentul belum berubah? Padahal dari pembicaraan sebelumnya, Indonesia ditargetkan gelar MotoGP tahun ini," ujarnya, seakan balik bertanya.

Brivio mengatakan, Indonesia punya potensi bagus karena penggemar MotoGP di tanah air sangat banyak. Dia mengaku sangat tidak sabar menunggu balapan di Indonesia.

"Dalam jumlah fans, mungkin hanya kalah dari Spanyol dan Itali. Jadi mengapa tidak? Indonesia pantas hadirkan MotoGP. Anda punya banyak penggemar MotoGP," ujarnya.

Dia mengaku senang jika balapan di Asia Tenggara bisa bertambah. Tak hanya menguntungkan buat penyelenggara, tim MotoGP juga butuh basis fans yang lebih luas.

" Akan lebih bagus jika ada balapan di Malaysia, Thailand dan Indonesia. Ini bakal fantastis Kami butuh lebih banyak seri. Ini market yang bagus untuk MotoGP," ucapnya.

 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Prediksi Juara MotoGP 2017

Davide Brivio
Perbesar
Davide Brivio saat diwawancara wartawan Indonesia di hospitality room Suzuki (Liputan6.com/Defri Saefullah)

Brivio juga memberikan prediksinya terkait balapan MotoGP Malaysia di Sirkuit Sepang yang berlangsung Minggu (29/10/2017). Dia menilai ini jadi momentum Marc Marquez, pembalap Repsol Honda untuk jadi juara.

"Saya pikir Marquez yang jadi juara. 33 poin, itu jarak antara Marquez dan Dovizioso. Jadi sangat mungkin Marquez jadi juara," katanya.

Pria asal Italia ini juga terkenal karena membesarkan karier Rossi di MotoGP. Brivio juga pernah berkarier di Yamaha dan turut mengantarkan kesuksesan Rossi di era 1990-an.

Saat ditanya apakah mungkin mengajak Rossi ke Suzuki, Brivio hanya tersenyum dan menolaknya. "Rossi gabung Suzuki? Tidak. Dia akan habiskan karier di Yamaha," ucapnya.

Lanjutkan Membaca ↓