MotoGP: Dovizioso Dianggap Belum Selevel Marquez

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 05 Okt 2017, 20:40 WIB
Diperbarui 05 Okt 2017, 20:40 WIB
MotoGP 2017, Andrea Dovizioso, Marc Marquez
Perbesar
Marc Marquez dan Andrea Dovizioso menjadi kandidat terkuat juara dunia MotoGP 2017. (AP/Kerstin Joensson)

Liputan6.com, Aragon - Banyak yang terkejut dengan kemampuan Andrea Dovizioso menjadi pesaing kuat Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017. Padahal, biasanya perebutan gelar hanya melibatkan pembalap Yamaha dan Honda saja.

Tercatat, terakhir kali Ducati mampu menjadi pesaing dalam kejuaraan MotoGP adalah saat mereka masih diperkuat Casey Stoner. Puncaknya adalah ketika Stoner sukses meraih gelar juara dunia MotoGP 2007.

Usai ditinggal Stoner, Ducati pun kerap berada di bawah bayang-bayang Honda dan Yamaha. Berulang kali mereka mengganti pembalapnya, berulang kali pula mereka menemui kegagalan. Namun, proyek yang mereka mulai sejak musim lalu kini mulai membuahkan hasil positif.

Dimulai dengan kesuksesan merebut dua podium juara MotoGP 2016, aksi pembalap mereka pun kian mengesankan di musim ini, khususnya Dovizioso. Hingga musim tersisa empat seri, ia masih berpeluang besar menggusur Marquez dari puncak klasemen.

Meski begitu, Mick Doohan menilai Dovizioso belum mampu menyamai kehebatan Marquez saat ini. Gelar juara pun besar kemungkinan akan diraih The Baby Alien. Selain unggul 16 poin, Marquez juga memiliki konsistensi lebih baik dari Dovizioso.

"Sekarang Marc tengah membangun kepercayaan diri yang tinggi. Marc kini unggul 16 poin. Ini bukan jarak yang bagus, tapi cukup bagi Marc untuk lebih siap menghadapi balapan berikutnya. Dovi? Ia tidak selevel Marc," kata Doohan, juara 5 kali kelas 500cc, dilansir Tuttomotoriweb.

Sejatinya, lebih banyak kesalahan yang dilakukan Marquez ketimbang Dovizioso di MotoGP 2017. menempati urutan kedua daftar pembalap yang paling banyak mengalami kecelakaan di musim ini.

 

2 dari 2 halaman

Dukung Marquez

Sepanjang musim ini, pembalap asal Spanyol itu sudah 21 kali terjatuh, baik itu di sesi latihan bebas maupun balapan. Ia tepat berada di bawah pembalap Aprilia, Sam Lowes, yang 23 kali mengalami kecelakaan.

Anehnya, meski kerap terjatuh pada latihan bebas, kualifikasi, atau pemanasan, pembalap berusia 24 tahun itu tetap mampu tampil hebat saat balapan.

"Tentu akan bagus jika Ducati kembali menekan. Tapi saya rasa Marc terlalu kuat saat ini. Ia berada di tingkat yang sangat berbeda. Dan Marc saat ini berada di puncak. Ia merasa kuat dan hanya tersisa sedikit balapan di depannya," ujar Doohan.

Lanjutkan Membaca ↓