MotoGP: Lorenzo Tidak Keberatan Bantu Dovizioso

Oleh Liputan6.com pada 05 Okt 2017, 11:30 WIB
Diperbarui 05 Okt 2017, 11:30 WIB
MotoGP
Perbesar
MotoGP 2017 menjadi musim perdana Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo menjadi rekan setim di Ducati. (Jure Makovec / AFP)

Liputan6.com, Motegi - Ajang MotoGP 2017 sudah memasuki masa-masa akhir untuk penentuan gelar juara dunia. MotoGP tahun ini menyisakan empat balapan lagi dan persaingan pembalap mulai mengerucut.

Secara realistis hanya ada tiga pembalap yang berpeluang merebut label sebagai juara dunia MotoGP 2017. Ketiga pembalap itu adalah Marc Marquez dari Repsol Honda, Andrea Dovizioso dari Ducati Corse, dan Maverick Vinales dari Movistar Yamaha.

Dalam situasi ini, setiap poin sangat penting. Itu karena hanya ada 100 poin tersisa yang bakal diperebutkan ketiga pembalap tersebut. Pertanyaan pun akan mengerucut pada rekan setim dari ketiga kandidat tersebut.

Apakah akan menjaga kekompakan atau menjadi musuh? Di atas kertas, Dovizioso dan Vinales akan melihat seberapa besar peran rekan setim di empat balapan tersisa. Pada akhirnya, ini tergantung situasi di trek karena Jorge Lorenzo (Ducati) dan Valentino Rossi (Yamaha) masih menginginkan kemenangan.

Lorenzo terlihat masih sulit untuk menyesuaikan diri dengan Desmocedici GP17. Apalagi dalam 14 balapan MotoGP terakhir, pemilik nomor 99 itu hanya dua kali mendapat kesempatan berada di depan rekan setimnya. Namun, setelah berdiri gagah di podium pada balapan di Aragon, X-Fuera setidaknya ingin mengulangi keberhasilan itu.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Semangat Kedua Pembalap

Jorge Lorenzo
Perbesar
Jorge Lorenzo bersama Andrea Dovizioso dan CEO Ducati Claudio Domenicali. (Crash)

"Saya tidak keberatan membantu Andrea, tapi tujuan saya adalah untuk memenangi balapan," tutur Lorenzo, dikutip dari GPOne, Kamis (5/10/2017).

Ini adalah masalah yang berbeda jika berbicara tentang Rossi. Sekarang dia sedang fokus pada proses pemulihannya dan tujuan pertamanya adalah meraih kembali persaingan serta membuktikan pada dirinya sendiri dan orang lain bahwa dia sudah kembali.

Dalam arti tertentu, penampilan di Aragon tidak cukup bagi Rossi. Dengan kata lain, The Doctor dan Lorenzo adalah dua juara dan prinsip untuk memenangkan balapan adalah harga mati. Artinya, semangat kedua pembalap ini bisa mengubah wajah kejuaraan. (David Permana)

Lanjutkan Membaca ↓