3 Pemain Bintang yang Hancur di Bayern Munchen

Oleh Luthfie Febrianto pada 05 Okt 2017, 06:36 WIB
Diperbarui 05 Okt 2017, 06:36 WIB
Mario Gotze
Perbesar
Mario Gotze

Liputan6.com, Munich - Bayern Munchen adalah klub terbesar di Jerman dan Eropa. Berbagai gelar baik domestik, Eropa, maupun dunia terlah diraih klub berjuluk Die Bayern tersebut.

Tak heran, ada pepatah menyebut kalau hampir semua pemain Jerman atau yang merumput di Liga Jerman, ingin bergabung dengan Bayern Munchen. Mereka ingin mereguk sukses bersama klub yang bermarkas di Allianz Arena tersebut.

Ada pemain yang sukses di Bayern Munchen, ada juga yang jarang bermain hingga akhirnya terpaksa pergi. Padahal, kualitas pemain-pemain itu bukanlah sembarangan.

Seperti dilansir Sokkaa, berikut tiga pemain yang kariernya meredup saat berkostum Bayern Munchen. Siapa saja mereka?

 

 

 

1. Mario Gotze

mario gotze
Perbesar
Gelandang Bayern Munchen asal Jerman, Mario Gotze. (AFP/Christof Stache)

Sebelum bergabung dengan Munchen, Gotze adalah pemain Borussia Dortmund, rival abadi Munchen di Jerman. Tak heran kalau kepindahannya di musim 2013 menyulut amarah fans Dortmund.

Sayangnya, keputusan Gotze meninggalkan Dortmund ternyata tidak tepat. Gotze lebih banyak jadi pemanis bangku cadangan ketimbang bermain.

Pada musim 2016, ia bahkan dikembalikan Munchen ke Dortmund. Situasi semakin sulit bagi Gotze karena ia diketahui menderita masalah otot yang berdampak pada permainannya.

Selama berkarier buat Munchen, Gotze mengoleksi tujuh trofi. Namun apa artinya trofi, jika ia tak bermain reguler?

2. Xherdan Shaqiri

Xherdan Shaqiri
Perbesar
Xherdan Shaqiri adalah pesepak bola profesional Swiss yang bermain di klub Stoke City dan tim nasional Swiss.

Xherdan Shaqiri menghabiskan tiga musim dari 2012 hingga 2015 bersama Bayern Munchen. Dalam kurun waktu itu, Shaqiri ternyata lebih banyak duduk di bangku cadangan.

Shaqiri kalah bersaing dengan Arjen Robben dan Franck Ribery untuk posisi gelandang sayap di Munchen. Selama lima musim berkarier di Munchen, Shaqiri hanya tampil 81 kali dan mencetak 17 gol.

Pada awal musim 2014/15, ia pindah ke Inter Milan. Namun kariernya tak membaik bersama Nerrazurri -julukan Inter. Shaqiri hanya semusim berbaju Inter sebelum akhirnya pindah ke Stoke City.

3. Lukas Podolski

Lukas Podolski
Perbesar
Lukas Podolski memakai seragam klub Vissel Kobe saat konferensi pers ddi Kobe, Jepang barat, (6/7). Podolski akan bermain untuk klub Jepang Vissel Kobe. (Tsuyoshi Ueda/Kyodo News via AP)

Predikat sebagai pemain muda terbaik di Piala Dunia Jerman 2006 ternyata tak menjamin karier Lukas Podolski di Bayern Munchen. Alih-alih menjadi striker nomor wahid di Munchen, Podolski malah sempat diturunkan statusnya ke tim cadangan Munchen dari 2007 hingga 2008.

Podolski bergabung ke Munchen dari Koln pada 2006. Sayangnya, keputusan ini ternyata kurang tepat buat Podolski.

Selama tiga musim (2006-09), Podolski hanya bermain 71 kali dan mencetak 15 gol. Ia lalu dikembalikan ke Koln sebelum pindah ke Arsenal pada 2012.

Kini, Podolski yang telah berusia 32 tahun bermain di Liga Jepang bersama Vissel Kobe. Hingga saat ini, Podolski telah bermain delapan kali dan mencetak tiga gol buat Kobe.

Lanjutkan Membaca ↓