Agresivitas Lukaku di MU Bikin Mata Terpukau

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 03 Okt 2017, 14:10 WIB
Diperbarui 03 Okt 2017, 14:10 WIB
Manchester United (MU), Romelu Lukaku
Perbesar
Penyerang Romelu Lukaku menutup kemenangan Manchester United (MU) dengan satu golnya ke gawang Crystal Palace pada pekan ketujuh Premier League di Old Trafford, Manchester (30/9/2017). MU menang telak 4-0. (AFP/Paul Ellis)

Liputan6.com, Manchester - Meski baru awal musim, Romelu Lukaku bisa disebut sebagai salah satu pembelian terbaik Manchester United (MU). Ia mampu menjalankan tugasnya untuk menjadi pencetak gol andalan MU saat diberi kesempatan.

Lukaku memang bukan striker bidikan utama MU di bursa transfer musim panas 2017. Mereka lebih sering dikaitkan dengan Alvaro Morata. Namun, respons yang mereka dapat dari Real Madrid tak sesuai harapan.

Pada akhirnya, mereka membajak Lukaku dari Everton yang sebenarnya menjadi incaran utama Chelsea. Biaya yang mereka rogoh untuk mendapatkan pemain Belgia itu pun terbilang besar, yakni 84,7 juta euro (Rp 1,3 triliun).

Namun, harga yang dibayarkan MU tak sia-sia. Itu karena Lukaku mampu memberikan performa terbaiknya di awal musim ini. Dari 10 laga semua kompetisi, sudah 11 gol yang dilesakkan pemain berusia 24 tahun itu.

"Ini gol yang banyak, terutama saat Anda datang ke lingkungan baru. Saya tahu ia akan mencetak banyak gol, tapi saya tidak menyangka ia akan melakukannya secepat ini. Ia memberikan banyak kontribusi untuk tim," kata Juan Mata seperti dikutip Manchester Evening News.

Berkat kontribusi Lukaku, MU pun mampu bersaing di semua kompetisi. Mereka tengah memuncaki klasemen Grup A Liga Champions, menyegel tiket 16 besar Piala Liga Inggris, dan menempel Manchester City di puncak klasemen Liga Inggris.

 

2 dari 2 halaman

Kiprah Lukaku

"Ia memiliki start yang sangat baik dan ia telah menjadi bagian penting dalam performa memukau mereka di awal musim. Ia juga anak yang baik, sangat rendah hati, dan semua orang di ruang ganti menyukainya," Mata menjelaskan.

Sejatinya, bakat Lukaku sebagai seorang striker sudah terbentuk sejak masih memperkuat Anderlecht. Selama memperkuat Anderlecht, ia menyumbang 41 gol dan 18 assist dari 98 pertandingan. Itu yang membuat Chelsea merekrutnya pada musim panas 2011.

Sayang, kariernya di Chelsea tak sesuai dengan harapannya. Jarang dimainkan, ia sempat dipinjamkan ke West Bromwich Albion hingga akhirnya dijual ke Everton. Bersama Everton, ia membukukan 87 gol dan 29 assist dari 166 laga.

Lanjutkan Membaca ↓