Muhammad Taufik Juara Rhino X Triathlon Tanjung Lesung

Oleh Defri Saefullah pada 24 Sep 2017, 23:45 WIB
Rhino X Triathlon

Liputan6.com, Pandeglang - Muhammad Taufik sukses menjuarai Rhino X Triathlon yang berlangsung di Tanjung Lesung, Pandeglang, Banten, Minggu (24/9/2017). Dia menjadi yang tercepat di kelas Rhino kategori Men Open dengan cattan waktu 50 menit dan 24 detik.

Di tempat ke-2 ada Ady Akhmad Jukardi dengan waktu satu jam 51 menit dan 47 detik, sedangkan posisi ke-3 ditempati oleh Maarten Vrouenraets yang berkewarganegaraan Belanda. Catatan waktunya adalah satu jam, 57 menit dan 43 detik.

Perjuangan M. Taufik mendapat posisi pertama sangat tidak mudah. Taufik terjatuh dari sepedanya di kilometer 2. Atlet yang terbiasa tampil di road triathlon ini mengaku harus banyak berdaptasi di cross triathlon pertama yang diadakan di Indonesia ini.

“Handling-nya saya belum terbiasa karena saya biasa ‘main’ road triathlon. Tadi, exterra [triathlon] baru pertama kali ini. Dari kilometer 7 sampai 8 ada trouble tapi tidak sampai jatuh. Di kilometer 8, di situ saya terjatuh parah, sampai tiga kali gelinding," kata Taufik seperti rilis yang diterima Liputan6.com.

Tak aneh Taufik terlihat luka-luka di beberapa bagian tubuh saat melewati garis finis Rhino X Triathlon. Meski begitu, dia tetap tersenyum dan bersemangat untuk memenangkan lomba.

Sedangkan di kelas Bull yang menempuh jarak lebih dekat, Fauzi Fannyla dari Buki Tinggi sukses menjadi juara. Dia mencatatkan waktu terbaik yaitu 1 jam, 3 menit dan 7 detik.



Sedangkan posisi ke-2 direbut Hari Rohman (satu jam, lima menit dan 34 detik) dan posisi ketiga Febram Yulkhairil (satu jam, lima menit, dan 43 detik).

"Tantangan yang terasa di lomba lari, karena medan yang seperti ini, dan pinggang terasa sedikit sakit setelah bersepeda MTB," katanya usai lomba.


2 of 2

Lomba Lainnya

Rhino X Triathlon
Bersepeda di lintasan sulit dan sempit harus dilewati peserta Rhino X Triathlon (istimewa)

Rhino X Triathlon melombakan tiga cabang: renang, sepeda gunung, dan lari. Lomba kali ini berbeda dari lomba triathlon lain karena menempuh medan yang cukup sulit, terutama di nomor sepeda gunung.

Peserta harus memacu sepedanya di medan yang tidak rata dengan pasir dan kerikil karang sehingga cukup licin. Selain itu ada banyak tanjakan dan turunan terjal yang menuntut kehati-hatian dan strategi para triatlet.

Lomba yang diikuti oleh beberapa triatlet berkebangsaan asing ini dimulai menjelang pukul 7 pagi dan dibuka oleh Kadis Pariwisata Eneng Nurcahyati dan Managing Director PT BWJ, Rully Lasahido. Kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 70 atlet ini berlangsung lancar dan seru di mana terjadi persaingan cukup ketat di antara triatlet.

Sedangkan untuk kategori Team Relay dimenangkan oleh Oktavianus Quaasalmy (Renang-sepeda), dan Jumardi (Lari) dengan catatan waktu satu jam, 57 menit dan 19 detik.

"Lomba ini lebih seru. Di renang lebih berat bagi saya karena di situ kelemahan saya. Di bersepeda, ada banyak belokan patah, jadi harus pandai-pandai main rem,” kata Oktavianus.

Di kelas Bull Men Master (40+), Reza Soemadipradja memenangkan lomba dengan waktu satu jam , 22 menit dan 40 detik. Di tempat ke-2 dan ke-3 ada Lie Senjaya Honggo Linando (satu jam, 22 menit dan 54 detik) dan Jarnel Sutopo (satu jam, 23 menit dan 11 detik).

Untuk kelas Men Master (40+), posisi pertama ditempati oleh David Ouvrard dengan waktu dua jam, lima menit dan 17 detik. Sedangkan posisi ke-2 dan ket-3 ditempati oleh Timo Franciscus (dua jam, 22 menit, dan 18 detik) dan Christian Chevalier yang berkebangsaan Prancis dengan waktu dua jam, 24 menit dan delapan detik.

Di Bull Women Open, Natalia Djuantoro meraih posisi pertama dengan waktu dua jam, 20 menit dan satu detik. Di podium, Natalia ditemani oleh Ingrid Gloria yang tiba 12 menit setelahnya.

Lanjutkan Membaca ↓