Fajar / Rian Minta Maaf Tradisi Emas Ganda Putra Terhenti

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 28 Agu 2017, 14:51 WIB
Diperbarui 28 Agu 2017, 14:51 WIB
Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, SEA Games 2017
Perbesar
Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, tak dapat menahan laju pasangan Thailand, Kittinupong Kedren/Dechapol Puavaranukroh, pada semifinal bulutangkis SEA Games 2017, Senin (28/8/2017). (PBSI)

Liputan6.com, Jakarta Ganda putra Indonesia, Fajar Alfian / Rian Ardianto terhenti di babak semifinal SEA Games Malaysia. Mereka takluk dari pasangan Thailand Kittinupong Kedren / Dechapol Puavaranukroh. Ini merusak rekor fantastis ganda putra di pentas SEA Games.

Fajar / Rian kalah dalam pertarungan dua set langsung dengan skor 17-21 dan 21-23 di Axiata Stadium Natuonal Bukit Jalil, Senin (28/8/2017). Rian mengakui kekalahannya karena kurang tenang.

"Kita kurang tenang saja. Padahal kita sudah unggul dan pengen cepat-cepat selesai. Sementara mereka bermain tenang," ucap Rian usai pertandingan.

Lebih lanjut, Rian juga mengaku konsentrasinya terganggu karena menjadi satu-satunya wakil Indonesia di ganda putra. Indonesia selalu meraih merali emas di kategori ganda putra dalam enam event SEA Games terakhir.

"Beban sih pasti ada. Tapi tadi main tidak memikirkan ada beban. Namun kami susah keluar dari tekanan. Jadi seperti tidak menunjukkan permainan terbaik," ujarnya.



SEA Games 2017 menjadi yang pertama untuk nomor ganda putra Indonesia gagal menyumbang medali emas. Fajar pun langsung meminta maaf karena memutus tren Indonesia.

"Ya, kita minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan pengurus. Tadinya kan ditargetin medali emas juga di SEA Games untuk ganda putra dari PBSI. Terus dari tahun ke tahun ganda putra selalu menyumbang emas. Dan kita harapan terakhir, tapi kalah juga," ujar Fajar.