Kisah Dokter Italia Selamatkan 3 Pembalap Fenomenal

Oleh Liputan6.com pada 25 Jul 2017, 19:33 WIB
Diperbarui 25 Jul 2017, 19:33 WIB
Dr Claudio Costa (alchetron.com)
Perbesar
Dr Claudio Costa (alchetron.com)

Liputan6.com, Jakarta - Nama Dr Claudio Costa mungkin tidak terlalu akrab di telinga penikmat balap motor, tapi lain halnya dengan pembalap di kejuaraan grand prix. Dia adalah salah satu pendiri Mobile Clinic yang menyelamatkan nyawa pembalap top dunia saat mengalami insiden kecelakaan di lintasan balap.

Maklum, kejuaraan grand prix dianggap sebagai olahraga yang paling berisiko. Karena para pembalap diharuskan untuk memacu kecepatan tinggi demi mendapatkan podium,  sehingga seringkali nyawa menjadi taruhannya di ajang balap kuda besi.

Melihat hal itu, Costa mulai mendirikan Mobile Clinic. Ide itu muncul pada 3 Februari 1977 saat mobil van yang biasa dibawa kemping disulap menjadi rumah sakit mini. Selang 11 tahun kemudian, Costa meresmikan truk 12 roda dan itu disaksikan langsung oleh Paus Yohanes Paulus II di luar St Peters di Roma.

Sejak itu, kakek berusia 76 tersebut menghabiskan waktunya untuk berkeliling dunia dengan mengunjungi beberapa paddock MotoGP dan balapan Superbike. Pemilik nama lengkap Claudio Marcello Costa itu makin terkenal saat dia berhasil menyelamatkan sejumlah pembalap.

Meskipun dia sudah pensiun, namun namanya tidak kalah legendaris dengan pembalap motor di seluruh dunia. Lantas siapa saja pembalap yang pernah diselamatkan nyawanya?

Berikut 3 pembalap fenomenal yang berhasil diselamatkan Claudio Costa:

2 dari 4 halaman

Graziano Rossi

Graziano Rossi (Kiri / Autosport)
Graziano Rossi pernah mengalami kecelakaan hebat di Imola pada 1982 saat berada di kecepatan 150mph. Saat itu banyak yang berpikir jika ayah dari Valentino Rossi tidak akan membalap lagi.

Pasalnya, saat itu dia berada dalam kondisi koma selama setengah hari. Tapi keajaiban tersebut masih berpihak kepada Graziano.

Adalah Dr Claudio Costa yang mampu menciptakan mukjizat yang menyelamatkan hidup Graziano. Sejak kejadian menakutkan itu, Graziano akhirnya mulai mempertimbangkan pensiun.

3 dari 4 halaman

Mick Doohan

Mick Doohan (autosport)
Karier Mick Doohan di dunia balap hampir saja berakhir setelah dia mengalami kecelakaan di Assen pada 1992. Saat itu, legenda balap asal Australia menjalani operasi di rumah sakit setempat.

Sayangnya, operasi kaki kanannya dinyatakan gagal dan dokter di Belanda hendak mengamputasi anggota badan yang hancur. Dalam konsisi frustrasi tiba-tiba Dr Claudio Costa datang dan langsung 'menculiknya' untuk dibawa ke rumah sakit di Bologna, Italia, dengan menggunakan jet pribadi.

Costa menjahit kaki kanan yang membusuk. Beberapa minggu kemudian, penikmat balap motor dibuat terkejut dengan kehadian Doohan.

4 dari 4 halaman

Valentino Rossi

Valentino Rossi (Yamaha MotoGP)
Pada bagian terakhir ada nama Valentino Rossi. Pembalap yang satu ini selalu menjadi pasien terakhir dari Mobile Clinic.

Dari pengakuan Dr Claudio Costa. Rossi terkadang suka mampir ke Mobile Clinic saat waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Maklum, Rossi tidak bisa seenaknya berkeliling paddock mengingat begitu banyak penggemar di setiap negara yang dikunjungi. Sehingga dia lebih memilih waktu tersebut untuk berkunjung ke Mobile Clinic.

Maksud dari kunjungan Rossi bukan untuk memeriksakan kondisinya melainkan dia punya kebiasaan untuk pijat setelah menghabiskan puluhan putaran di lintasan. Ada salah satu fisioterapis favorit Rossi yakni Leonardo.

Lanjutkan Membaca ↓