4 Matador Penguasa Wimbledon

Oleh Harley.Ikhsan pada 16 Jul 2017, 08:12 WIB
Diperbarui 16 Jul 2017, 08:12 WIB
Garbine Muguruza menangis usai kalahkan Venus Williams pada final Wimbledon 2017. Muguruza menang 7-5, 6-0, Sabtu (15/7/2017).
Perbesar
Garbine Muguruza menangis usai kalahkan Venus Williams pada final Wimbledon 2017. Muguruza menang 7-5, 6-0, Sabtu (15/7/2017). (AFP/Adrian Dennis)

Liputan6.com, Jakarta - Garbine Muguruza mengharumkan Spanyol dengan menjuarai Wimbledon 2017. Dia mengalahkan Venus Williams 7-5, 6-0 di final, Sabtu (15/7/2017).

Muguruza hanya kehilangan satu set pada perjalanan menuju titel Wimbledon. Itu terjadi ketika dia menghadapi unggulan pertama, Angelique Kerber, di putaran keempat.

Inilah gelar pertamanya pada grand slam rumput tersebut. Sosok berusia 23 tahun itu sebelumnya dikalahkan adik Venus, Serena, pada partai puncak 2015.

"Pertandingan berat. Dia petenis luar biasa. Saya tumbuh besar melihat Venus bermain," kata Muguruza, dilansir BBC.

"Saya senang bisa menghadapinya di final. Saya sempat gugup. Tapi saya selalu bermimpi bisa menjuarai Wimbledon," sambungnya.

Capaian Muguruza pun menunjukkan petenis Spanyol tidak lagi identik dengan lapangan tanah liat.

Seperti apa kisah pemenang Spanyol di Wimbledon? Berikut penelusuran Liputan6.com.

2 dari 5 halaman

Manolo Santana

Manolo Santana. (AFP/Matthew Stockman)

Petenis Spanyol pertama yang berjaya di Wimbledon. Santana mengangkat trofi pada 1966.

Kemenangannya mengejutkan banyak pihak, yang dicapai setelah mengalahkan unggulan keenam Dennis Ralston di final.

Sebab, Santana tidak serius di lapangan rumput. Ketika itu, dia menciptakan kontroversi dengan menyebut rumput bukanlah tempat ideal untuk bermain tenis. "Rumput hanya untuk sapi," katanya.

3 dari 5 halaman

Conchita Martinez

Petenis putri pertama Spanyol yang menjuarai Wimbledon. Menembus semifinal 1993, Martinez berjaya setelah menaklukkan Martina Navratilova pada final setahun kemudian.

Conchita Martinez. (AFP/Money Sharma)

Dia berkesempatan mempertahankan gelar pada edisi berikutnya. Sayang Martinez dihentikan kompatriot Arantxa Sanchez Vicario. Setelah itu, capaian terbaiknya di Wimbledon adalah menembus perempat final 2001.

Pensiun tahun 2006, Martinez kini menjadi pelatih Muguruza. Dia juga menjabat kapten tim Piala Fed dan Piala Davis Spanyol.

4 dari 5 halaman

Rafael Nadal

Dengan dua gelar, Nadal adalah petenis Spanyol tersukses di Wimbledon. Dia merebut gelar tahun 2008 dan 2010.

Koleksi sosok kelahiran Mallorca ini sebenarnya bisa lebih banyak. Sayang Nadal tiga kali tumbang di final, tepatnya pada edisi 2006, 2007, dan 2011.

Rafael Nadal. (AFP/Glyn Kirk)

Sejak menembus laga puncak enam tahun lalu, Nadal maksimal hanya melaju hingga perempat final. Kekalahan ini terjadi tahun 2014 dan 2017.

5 dari 5 halaman

Garbine Muguruza

Garbine Muguruza. (AFP/Glyn Kirk)

Pada upacara penganugerahan trofi Wimbledon 2015, Serena menyebut Mugurza suatu saat bakal berada di posisinya. Ramalan itu terwujud dua tahun kemudian.

Muguruza menaklukkan Ekaterina Alexandrova, Yanina Wickmayer, Sorana Cirstea, Angelique Kerber, Svetlana Kuznetsova, Magdalena Rybarikova, dan Venus Williams pada perjalanan menuju gelar.

"Selamat Garbine. Kamu sudah mengharumkan Spanyol," tulis Nadal melalui Twitter.

Saksikan video menarik berikut:

Lanjutkan Membaca ↓