Manuver Dani Alves Panaskan Bursa Transfer

Oleh Marco Tampubolon pada 13 Jul 2017, 17:45 WIB
Diperbarui 13 Jul 2017, 17:45 WIB
FOTO: Tolak Manchester City, Dani Alves Resmi Gabung PSG
Perbesar
Mantan bek Juventus, Dani Alves, mengangkat syal saat diperkenalkan sebagai pemain baru PSG di Stadion Parc des Princes, Paris, Rabu (12/7/2017). (EPA/Ian Langsdon)

Liputan6.com, Jakarta Dani Alves akhirnya menentukan pilihan. Mantan bek Barcelona itu memutuskan bergabung ke tim Ligue 1, Paris Saint-Germain (PSG) dengan status bebas transfer.

Keputusan ini tentu saja mengejutkan banyak pihak sebab sejak awal diputus kontrak oleh Juventus, Juni lalu, Alves santer diberitakan bakal merapat ke Manchester City.

Rumor ini tentu bukan tanpa alasan. Seperti diketahui, Manchester City masih ditangani Pep Guardiola yang pernah menjadi pelatih Alves saat masih berkostum Barcelona. Di bawah kendali Guardiola, Alves menjadi pemain penting bagi lini belakang Blaugrana

Guardiola lebih dulu hengkang dari Barcelona. Dia meninggalkan Camp Nou 2012 lalu. Sementara, Alves menyusul empat tahun kemudian dan bergabung dengan Juventus. 

Spekulasi terus berkembang seputar kepindahan Alves ke Manchester City. Bahkan, sejumlah media melaporkan bahwa Alves sudah menjalin kesepakatan personal. Artinya, dia tinggal menjalani tes medis sebelum membubuhkan tanda tangan. Alves bahkan disebut-sebut bakal ikut tur pramusim Manchester City ke Amerika Serikat.

Namun, hanya berselang beberapa har,i PSG mulai muncul sebagai pesaing dalam perburuan Alves. Tidak butuh waktu lama, Les Parisiens pun memenangkanya.

Lewat situs resminya, PSG mengumumkan kedatangan Alves, Rabu (12/7/2017). Alves diboyong dengan durasi kontrak selama dua musim. "Paris Saint-Germain dengan bangga mengumumkan kedatangan Daniel Alves Da Silva," tulis PSG. 

Siap Terima Hujatan
Di PSG, Alves akan menerima gaji sebesar 230 ribu pounds (Rp 3,9 Miliar) per pekan. Ini tentu menjadi salah satu godaan yang menarik bagi pemain berusia 34 tahun itu. Dia bahkan rela menuai hujatan karena berpaling dari Manchester City ke PSG.

"Manusia itu penuh tantangan. Bersiap untuk menghadapi resiko keputusanmu tanpa rasa takut. Itu bakal datang, tapi rasa percaya diri dan kerja keras akan mendukungmu," tulis Alves di akun instagram miliknya.

"Saya sudah bersiap hadapi hidup sejak saya kecil. Di dalam hati, saya punya cinta dan gairah. Di jiwa ini ada rasa haus yang besar untuk jadi juara," lanjut Dani Alves.

Misi Ganda dan Trofi Liga Champions
Bukan hanya mengawal pertahanan, Alves ke PSG ternyata punya misi "terselubung". Pemain 34 tahun itu diminta meyakinkan Marco Verratti agar tidak menerima tawaran Barca. Alves lalu memintanya bertahan dan ikut mewujudkan mimpi Les Parisiens.

Sebelumnya, Presiden Barcelona, Josep Maria Bartomeu, melontarkan keinginannya memboyong Verratti. Bahkan menurutnya, proses transfer tengah berjalan.

Barcelona menolaknya. Mereka tidak melepas  Veratti yang akhirnya membuat berang agen sang pemain. Dia mengklaim, PSG sengaja menjebak kliennya di Parc des Princes. Verratti belakangan minta maaf dan menyatakan kesetiaannya untuk bertahan di PSG.

Alves belakangan ikut meyakinkan Verratti. Dia mengatakan eks Pescara itu merupakan salah satu alasannya akhirnya memutuskan PSG. "Saya datang ke sini (PSG) untuk bermain bersama dia (Verratti), jadi jika dia hengkang, apa yang harus saya lakukan?" 

Meski sudah tidak muda lagi, Alves masih mampu bersaing dengan pemain lain. Ini terbukti saat dia membela Juventus. Dia menjadi langganan starter dan ikut mengantarkan Juve merebut Scudetto. Hanya sayang, Juventus gagal mengawinkannya dengan trofi Liga Champions setelah di final keok kepada raksasa La Liga, Real Madrid.

Namun, Impian ini kembali muncul. Bersama tim barunya, Alves juga berambisi mengangkat si Kuping Besar. Itu lah sebabnya dia sangat butuh Verratti.

"Ini adalah pesan saya untuk dia: Saya harap dia membantu kami meraih mimpi kami. Ada banyak pemain bagus yang kami punya, kesempatan untuk mewujudkannya akan semakin besar," ujar mantan pemain Sevilla ini. *