3 Formasi Ini Cocok Untuk MU Usai Beli Lukaku

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 08 Jul 2017, 19:30 WIB
Diperbarui 08 Jul 2017, 19:30 WIB
romelu lukaku
Perbesar
Penyerang baru MU, Romelu Lukaku. (AFP/Oli Scarff)

Liputan6.com, Manchester - Romelu Lukaku resmi bergabung ke Manchester United (MU). Striker berusia 24 tahun itu akan menjalani tes medis bersama Setan Merah --sebutan MU-- di California, Amerika Serikat.

Untuk mendapatkan striker Timnas Belgia tersebut, MU dikabarkan harus menyerahkan mahar sebesar 75 juta pounds atau setara dengan Rp 1,2 triliun ke rekening Everton. Manajer MU, Jose Mourinho memilih Lukaku karena ketajamannya di Liga Inggris.

Lukaku dinilai mampu menggantikan peran yang ditinggalkan Zlatan Ibrahimovic, pemain MU musim lalu yang kontraknya tidak diperpanjang karena mengalami cedera.

Lukaku merupakan mesin gol Everton di Liga Inggris 2016/17. Pemain Timnas Belgia itu mampu mencetak 25 gol dari 37 penampilan.

Mantan pemain West Bromwich Albion itu juga kreatif dalam membangun serangan. Dia mampu menciptakan 46 peluang, enam di antaranya menjadi gol.

Lukaku juga tercatat melepaskan 110 tembakan, 55 di antaranya mengancam gawang lawan. Akurasi sepakannya sebesar 64 persen.

Dengan bergabungnya Lukaku ke Old Trafford Stadium, MU memiliki tiga formasi alternatif yang bisa digunakan untuk musim depan. Apa saja itu? Simak di halaman selanjutnya.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4-2-3-1

Pencetak Gol Terbanyak Premier League 2016-2017 hingga Pekan 11
Perbesar
Lukaku jago dalam duel udara dengan pemain lawan. (AFP/Ben Stansall)

Lukaku bisa bermain sebagai striker tungal. Sebab, dia memiliki 4 karakter penyerang yang disukai Jose Mourinho yakni besar, kuat, cepat, dan bagus menyambut operan bola-bola atas.

Pada musim lalu, bersama Everton, Lukaku sangat piawai berduel bola-bola atas. Dia memenangkan 128 dari 311 duel udara dengan lawan. Enam dari 25 gol yang dicetaknya di Liga Inggris musim lalu tercipta setelah melakukan duel udara.

Di belakang Lukaku, Mourinho bisa menempatkan tiga pemain lincah, Jesse Lingard sebagai sayap kanan, Anthony Martial di posisi kiri, dan Juan Mata yang bisa dimainkan sebagai playmaker.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4-3-3

Romelu Lukaku
Perbesar
Lukaku bisa menyelesaikan peluang di kotak penalti lawan dengan bagus. (AFP/Justin Tallis)

Formasi ini bisa dijadikan sebagai alternatif. Mourinho bisa menempatkan Lukaku sebagai penyerang tengah. Sebab, naluri membunuh mantan pemain West Bromwich Albion ini sangat tajam di kotak penalti lawan.

Buktinya, 24 dari 25 gol yang diciptakannya di Liga Inggris musim lalu tercipta setelah Lukaku berhasil memanfaatkan peluang di kotak penalti lawan.

Dua striker muda MU yang punya kecepatan serta lincah, Anthony Martial dan Marcus Rashford bisa bermain sebagai winger. Rashford berada di sayap kiri, sedangkan Martial di kanan.

Musim lalu di Liga Inggris, Martial berhasil menggiring bola sebanyak 45 kali dari 80 kesempatan dengan tingkat keberhasilan sebesar 56 persen. Sementara Rashford sukses mendribel bola sebanyak 39 kali dari 84 percobaan.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

4-4-2 Diamond

Paul Pogba dan Romelu Lukaku
Perbesar
Lukaku (kanan) bisa bekerja sama dengan gelandang MU, Paul Pogba. (AFP/Oli Scarff)

Mourinho memang jarang memainkan dua striker dalam setiap permainannya. Namun, formasi 4-4-2 diamond bisa dicoba.

Dalam formasi ini, Lukaku bisa diduetkan dengan Rashford atau Martial. Pada musim lalu, Rashford melepaskan 33 sepakan, 17 di antaranya mengancam gawang lawan. Sementara Martial menyepak bola sebanyak 32 kali, 18 di antaranya berhasil mengancam gawang lawan.

Paul Pogba yang musim lalu menjadi kreator serangan MU dengan 57 peluang bisa bermain sebagai gelandang kiri. Untuk posisi gelandang kanan bisa memainkan Marouane Fellaini yang pintar memancing emosi lawan.

Sedangkan Henrikh Mkhitaryan bisa bermain sebagai gelandang serang. Musim lalu, gelandang Timnas Armenia itu mampu menciptakan 28 peluang dengan tingkat keberhasilan sebesar 84 persen. Untuk gelandang bertahan, Mourinho bisa mengandalkan Ander Herrera.

Herrera pandai membaca pergerakan lawan. Buktinya, pemain asal Spanyol tersebut berhasil melakukan 62 clearances, 86 intersep, dan tujuh blok untuk memutus serangan lawan.

Saksikan video menarik di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓