Gagal di Indonesia Open 2017, Ini Evaluasi Ganda Putra

Oleh Bogi Triyadi pada 18 Jun 2017, 14:20 WIB
Diperbarui 18 Jun 2017, 14:20 WIB
Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto
Perbesar
Ganda putra Indonesia Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto tengah mendengarkan instruksi dari pelatih Herry IP di semifinal Indonesia Open 2017. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Ditargetkan meraih gelar di Indonesia Open 2017, nomor ganda putra justru gagal menempatkan wakilnya pada partai puncak. Satu-satunya wakil yang tersisa di semifinal, Fajar Alfian / Muhammad Rian Ardianto, kalah dari unggulan kedua asal Denmark, Mathias Boe / Carsten Mogensen dengan skor 17-21, 21-18, dan 12-21.

Hanya Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir yang lolos ke final Indonesia Open 2017. Ganda campuran terbaik Indonesia itu akan menghadapi unggulan pertama dari Tiongkok, Zheng Siwei / Chen Qingchen.

Pelatnas PBSI sebenarnya menempatkan tujuh wakil ganda putra di babak pertama. Tapi, lima wakil sudah langsung terhenti. Mereka di antarnya juara All England 2017 Marcus Fernaldi Gideon / Kevin Sanjaya, Akbar Bintang Cahyono / Giovani Dicky Oktavan, Mohammad Ahsan / Rian Agung, Calvin Kristanto / Bagas Maulana, dan Berry Angriawan / Hardianto.

Sementara itu, Ricky Karanda Suwardi / Angga Pratama terhenti di babak kedua. Mereka dikalahkan oleh Fajar/Rian. Hasil ini mendapat tanggapan dari kepala pelatih ganda putra Pelatnas PBSI Herry I.P.

"Ganda putra sendiri memang targetnya pengen ada yang juara. Akan tetapi, ada kendala dari yang paling diandalakan, yaitu Gideon / Kevin karena Kevin ada masalah dengan cedera bahunya. Tetapi, tentunya dengan Fajar / Rian yang lolos ke semifinal cukup kejutan. Memang mereka pelapis Gideon / Kevin, tapi tidak disangka bisa masuk semifinal," kata Herry di Jakarta, Minggu (18/6/2017).

Soal Fajar / Rian, Herry mengatakan masih banyak yang harus diperbaiki lagi agar mampu bersaing di turnamen-turnamen yang berlevel seperti Superseries Premier ini. "Daya tahan otot Fajar/Rian harus di tingkatkan lagi agar menambah powernya di lapangan. Seperti di game ketiga tadi, mereka powernya agak turun. Ini yang harus diperbaiki lagi. Mungkin tahun depan mereka bisa menunjukan kenaikannya, karena kalau waktunya singkat, riskan cedera jika masalah otot," ujarnya.

"Sedangkan untuk pasangan lainnya, terutama pasangan Angga / Ricky saya nilai mereka turun. Belakangan ini cara mereka bermain tidak berkembang. Seharusnya mereka tidak boleh dikalahkan oleh juniornya."

"Saya sudah memperingati mereka, tetapi kita lihat dulu hasil di kejuaraan dunia nanti, sejauh mana mereka bisa menunjukan permainannya," pungkas Herry.

Simak video menarik berikut ini: