Ini Resep Kemenangan Chong Wei atas Tommy di Indonesia Open 2017

Oleh Risa Kosasih pada 14 Jun 2017, 21:20 WIB
Diperbarui 14 Jun 2017, 21:20 WIB
Tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, berlaga melawan Lee Chong Wei (Malaysia) di putaran pertama Indonesia Open 2017, Jakarta, Rabu (14/6/2017). Tommy kalah 21-13, 10-21, 18-21.
Perbesar
Tunggal putra Indonesia, Tommy Sugiarto, berlaga melawan Lee Chong Wei (Malaysia) di putaran pertama Indonesia Open 2017, Jakarta, Rabu (14/6/2017). Tommy kalah 21-13, 10-21, 18-21. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Peringkat tiga dunia Lee Chong Wei ikut berkomentar soal kondisi lokasiĀ Indonesia Open 2017 di Plenary Hall JCC, Senayan, Jakarta. Dia merasa lebih mampu mengontrol angin hingga mengalahkan wakil tuan rumah Tommy Sugiarto, Rabu (14/6/2017).

Chong Wei mengalahkan Tommy 13-21, 21-10, 21-18 pada laga babak pertama Indonesia Open 2017 yang berdurasi 1 jam 2 menit.

"Saya ingin jadi juara untuk kali ketujuh. Saya akan coba yang terbaik," tutur Chong Wei dalam jumpa pers.

Juara enam kali Indonesia Open ini mengakui turnamen ini selalu menghadirkan kesulitan tersendiri bagi atlet top yang hadir. Pada Indonesia Open 2017 khususnya, Chong Wei melihat banyak hasil mengejutkan karena sejumlah unggulan dunia gugur di venue baru.

"Saya tahu Indonesia Open turnamen yang sulit karena semua atlet top datang ke sini. Tapi saya akan fokus diri sendiri dulu," kata Chong Wei.

"Memang Istora dan di sini berbeda. Di sini angin lebih kuat jadi semua pemain memang tak bisa mengeluarkan kemampuan terbaik. Tampil pertama kali juga pasti susah menaklukkan angin," katanya.

Chong Wei dijadwalkan menghadapi wakil India Prannoy Haseena Sunil pada babak 16 besar Indonesia Open 2017. Prannoy melaju usai menumbangkan andalan tuan rumah Anthony Sinisuka Ginting dengan 21-13, 21-18.

"Saya tidak boleh komentar soal angin. Tapi lebih ke permainan saja karena saya dan lawan sama-sama kesulitan. Jadi siapa yang bisa mengontrol maka dia yang menang," ucap Chong Wei.