Indonesia Open 2017: Ini Kata Ganda Denmark Soal Kevin / Marcus

Oleh Bogi Triyadi pada 14 Jun 2017, 16:45 WIB
Diperbarui 14 Jun 2017, 16:45 WIB
Kim Astrup / Anders Skaarup Rasmussen
Perbesar
Ganda putra Denmark Kim Astrup / Anders Skaarup Rasmussen. (djarumbadminton.com)

Liputan6.com, Jakarta - Kim Astrup / Anders Skaarup Rasmussen membuat kejutan di babak pertama Indonesia Open 2017. Pasangan Denmark itu mengalahkan unggulan pertama sekaligus andalan Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon.

Kim / Anders meraih tiket babak kedua Indonesia Open 2017 usai menang 21-16 dan 21-16 atas Kevin / Marcus di Jakarta Convention Center, Rabu (14/6/2017) siang WIB. Ini adalah kali pertama Kim / Anders menang atas pasangan nomor satu dunia itu setelah di dua laga sebelumnya selalu kalah.

"Mereka pemain bagus, kami respect karena mereka peringkat satu dunia. Tetapi, kami main di permainan terbaik kami. Mungkin angin memengaruhi permainan mereka tadi di lapangan," kata Andres usai pertandingan.

"Meraka main gak seperti biasanya, kami tidak tahu kenapa. Target kami di sini ingin mempertahankan hasil tahun lalu, tapi melihat drawing ketemu Kevin / Marcus di babak pertama, kami jadi fokus dulu ke pertandingan tersebut," lanjutnya.

Sedangkan Kim mengakui jika Kim / Marcus di pertandingan tadi tidak dalam performa terbaik. "Coba kontrol permainan saja tadi kunci di pertandingan tadi dan berhasil. Senang dengan hasil permainan kami tadi, dan kami rasa Kevin / Marcus sedang tidak dalam performa terbaik," pungkas Kim.

Sementara itu, Kevin / Marcus mengakui tidak dalam kondisi 100 persen fit. Kevin tengah menderita cedera bahu sejak 7 Juni lalu. Otot bahunya sobek dan hingga kini masih dalam tahap pengobatan dari tim dokter PBSI.

"Sebelumnya saya pernah bilang kalau saya ada masalah, saya mengalami cedera bahu, ada otot yang sobek sedikit," ucap Kevin.

Sementara Marcus tidak bisa mengeluarkan permainan terbaiknya. Saya mainnya lagi nggak enak hari ini, memang ada kendala di angin, tetapi ini tidak bisa dijadikan alasan, karena lawan juga merasakan hal yang sama," ujarnya.