Selebrasi Topeng Aubameyang Berbuah Denda

Oleh Marco Tampubolon pada 04 Apr 2017, 15:15 WIB
Diperbarui 04 Apr 2017, 15:15 WIB
Pierre-Emerick Aubameyang
Perbesar
Striker Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang (AP/Bern Thissen)

Liputan6.com, Jakarta Selebrasi unik pemain Borussia Dortmund, Pierre-Emerick Aubameyang, berbuah denda. Pemain berusia 27 tahun itu harus membayar sebesar 50,000 euro gara-gara mengenakan topeng terlarang saat merayakan golnya ke gawang Schalke, Minggu lalu. 

Aubameyang menjebol gawang lawan menit ke-53 dan membawa timnya unggul. Ini merupakan gol ke-24 pemain asal Gabon tersebut di pentas Bundesliga musim ini. 

Seperti biasa, Aubameyang kemudian mengeluarkan topeng berwarna hitam mengenakannya saat merayakannya. Sebelumnya, Aubameyang pernah mengenakan topeng spiderman dan batman saat mencetak gol Agustus 2014 dan Februari 2015.

Awalnya, selebrasi Aubameyang di Veltins-Arena (Gelsenkirchen) terlihat menyenangkan. Meski akhirnya laga berakhir seri 1-1, pertunjukan yang disuguhkan Aubameyang sebenarnya sempat menghibur penonton, utamanya para pendukung Dortmund.  

Sayang, manajemen cukup jeli. Mereka menemukan misi tersembunyi di balik aksi itu. 

Seperti dilansir AS, topeng yang dikenakan Aubameyang ternyata bagian dari strategi pemasaran. Harian terkemuka Jerman, Bild, melaporkan bahwa topeng yang sama juga pernah dikenakan saat pengambilan gambar iklan produsen peralatan olahraga, Nike. 

Celakanya, rival perusahaan ini seperti Puma, ternyata merupakan salah satu sponsor Dortmund. Akibatnya mereka pun komplain dan Aubameyang pun dijatuhi denda.  

"Tindakan seperti ini tidak layak untuk sebuah perusahaan besar. Hubungan bisnis yang lebih serius berbeda dengan itu. Dan untuk saat ini hubungan klub (dengan Nike) tengah renggang," kata CEO Dortmund, Hans-Joachim Watzke.