Final Piala Presiden 2017: Pedagang Atribut Kebanjiran Pembeli

Oleh Ahmad Fawwaz Usman pada 12 Mar 2017, 16:00 WIB
Diperbarui 12 Mar 2017, 16:00 WIB
penjual jersey
Perbesar
Pedagang jersey meraup untung di final Piala Presiden 2017. (Liputan6.com / Ahmad Fawwaz Usman)

Liputan6.com, Cibinong - Final Piala Presiden 2017 yang digelar di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (12/3/2017), mendatangkan berkah tersendiri bagi pedagang pernak-pernik. Pasalnya, omset mereka meningkat tajam dari biasanya.

Final Piala Presiden 2017 akan mempertontonkan duel antara Arema FC dan Pusamania Borneo FC (PBFC) pada pukul 19:00 WIB. Hingga sekitar pukul 15:00 WIB, para suporter, khususnya Aremania, sudah mulai berdatangan.

Tak hanya suporter, pedagang atribut tim juga sudah mulai banyak terlihat. Mereka pun cukup sibuk melayani permintaan suporter untuk membeli dagangan mereka.

Saking antusiasnya suporter, para pedagang tersebut pun meraup keuntungan yang terbilang lumayan. Salah satunya adalah Masnur yang sengaja datang dari Bandung.



"Untuk pertandingan kemarin saja dagangan saya ludes. Kalau hari ini saya sudah mulai dagang sejak pukul sembilan pagi. Kira-kira sudah dapat Rp 1,8 juta dari tadi pagi," kata Masnur saat ditemui di area Stadion Pakansari.

Menurut Masnur, barang dagangannya yang paling dicari adalah kaos, syal, dan topi. Selain itu, ia juga berjualan bendera tim berukuran sedang. Untuk syal dan kaos dijual dengan harga Rp 30-40 ribu.

Senada dengan Masnur, Wawan yang jiga datang dari Bandung juga sudah mulai kebanjiran pembeli. Diakuinya, kaos yang dijajakannya sudah laku tiga lusin.

"Meski berasal dari Bandung, kalau pedagang kan netral, mas. Enggak peduli atribut tim apa yang dijual, yang penting dagangan kita laku, mas," ucapnya sambil tertawa.

Dari pantauan Liputan6.com, sebagian besar suporter yang berkumpul di area stadion adalah Aremania. Sedangkan suporter PBFC belum sama sekali terlihat.