8 Fakta Menarik Jelang Final Piala Presiden 2017

Oleh Liputan6 pada 12 Mar 2017, 11:00 WIB
Diperbarui 12 Mar 2017, 11:00 WIB
Arema FC di Piala Presiden 2017 (Liputan6.com / Rana Adwa)
Perbesar
Arema FC di Piala Presiden 2017 (Liputan6.com / Rana Adwa)

Liputan6.com, Jakarta
Laga panas bakal tersaji di partai final Piala Presiden 2017 antara Pusamania Borneo FC (PBFC) melawan Arema FC di Stadion Pakansari, Bogor, Minggu (12/3/2017). Ragam fakta menarik bakal mewarnai sengitnya pertandingan ini.

PBFC secara gemilang berhasil lolos ke partai final. Padahal, banyak rintangan yang mengadang, mulai dari Madura United, sampai Persib Bandung.

Tentu, semangat berlebih mereka bisa saja jadi daya kejut bagi Arema FC. Terlebih dalam partai puncak, apapun bisa tersaji.

Arema sendiri tak kalah cemerlang. Mereka sempat tertinggal 0-3 secara agregat. Tapi lima gol dari Cristian Gonzales mengubah semuanya dan membawa Arema FC ke laga puncak Piala Presiden 2017.

Ada 8 fakta menarik yang bakal menghiasi laga nanti. Patut diingat, fakta ini bisa juga jadi prediksi untuk akhir laga.

1. PBFC hanya butuh empat gol saja untuk mencapai final. Artinya mereka hanya mengemas 0,67 gol tiap laganya di Piala Presiden.

2. Arema FC sendiri jadi tim terproduktif kedua di turnamen ini. Mereka sudah memasukkan 13 gol. Artinya 2,17 gol pasti mereka ciptakan tiap pertandingan.

3. Arema juga terbilang lumayan berat melawan PBFC. Dalam tiga pertemuan lawan PBFC, mereka belum sekalipun menang.

4. PBFC sendiri jadi tim yang sulit dijebol. Mereka baru kebobolan tiga saja dalam enam laga di Piala Presiden 2017.

5. Hanya Persib Bandung, tim yang sejauh ini bisa bobol PBFC di Piala Presiden 2017.

6. Tapi, Arema punya mesin gol mematikan, yakni Cristian Gonzalez. El Loco saat ini memimpin daftar top skorer dengan 8 gol.

7. Wawan Hendrawan jadi salah satu kiper yang sulit ditembus. Sebab, dia berhasil meraih empat cleansheets di turnamen ini.

8. Bila laga diakhiri babak penalti, PBFC cukup diunggulkan. Sebab, mereka sudah dua kali menang melalui babak penalti.
(I. Eka Setiawan)