Gelandang AC Milan Ingin Tumbalkan Juventus demi Tiket ke Timnas

Oleh Raden Arya Prasetya pada 22 Des 2016, 16:10 WIB
Diperbarui 22 Des 2016, 16:10 WIB
20161121-Liga-Italia-AC-Milan-Inter-Milan-AFP-Reuters
Perbesar
Gelandang AC Milan, Suso melakukan selebrasi usai mencetak gol kegawang Inter Milan pada laga Liga Italia Serie A di Stadion San Siro, Milan, (20/11). AC Milan bermain imbang dengan Inter Milan dengan skor 2-2. (REUTERS/Alessandro Garofalo)

Liputan6.com, Milan - Gelandang AC Milan, Suso, menganggap Piala Super 2016 sebagai partai penting dalam kariernya. Karena itu, pemain berusia 23 tahun itu berharap Rossoneri mampu mengalahkan Juventus dan memenangkan trofi lewat laga yang akan berlangsung di Stadion Jassmim Bin Hamad, Doha, Qatar, Jumat (23/12/2016).

Bagi Suso, melawan Juventus adalah pertandingan yang berdampak besar kepada kariernya. Pemain bernama lengkap Jesus Joaquin Fernandez Saenz de la Torre itu yakin duel Piala Super Italia kali ini akan memberikan emosi yang luar biasa, seperti ketika dirinya melakoni debut di Liverpool melawan MU.

Hanya, pemain 23 tahun tidak bisa selalu duduk di bangku cadangan The Reds. Sebagai pemain yang ingin berkembang, Suso merasa butuh tampil di lapangan. Karena itu, akhirnya dia memilih pindah ke Milan.

"Ini mengapa saya memilih Milan, yang merupakan salah satu klub top Eropa. Itu sulit pada awalnya, tapi kemudian saya diberi kesempatan ini berkat (Vicenzo) Montella,” kata Suso.

Memenangkan Piala Super Italia akan jadi trofi kedua Suso sepanjang kariernya. Sebelumnya, pemain kelahiran Cadiz ini sudah menjuarai Piala Eropa U-19 pada 2012 bersama Spanyol di bawah pelatih Julen Lopetegui. Penampilannya yang konsisten serta kepercayaan penuh dari pelatih Milan, Vicenzo Montella, membuat Suso membidik target lain, yakni kembali bekerja sama dengan Lopetegui di timnas senior.

"Saya ingin bermain untuk tim nasional. Jika Lopetegui telah memberikan orang lain kesempatan, mengapa ia tidak memberikan satu untuk saya?” kata Suso.

Di mata Suso, Montella merupakan pelatih yang tidak pernah ragu dengan kemampuan pemain mudanya. Karena itu, menurut Suso, Montella tidak pernah takut untuk mengambil risiko, termasuk dengan bermodalkan skuat muda untuk menghadapi Juventus nanti. Hal itu juga yang sudah dibuktikan Montella dengan kemenangan di Serie A pada Oktober lalu.

“Satu-satunya resep yang kami tahu untuk mengalahkan I Bianconeri (julukan Juve) adalah tetap fokus selama 90 menit, jika tidak maka tidak akan mungkin,” Suso menuturkan.