Niat Tristan Alif Gabung Leganes Masih Terbentur Aturan FIFA

Oleh Marco Tampubolon pada 26 Okt 2016, 11:30 WIB
Pesepak Bola Berbakat, Tristan

Liputan6.com, Jakarta Keinginan Tristan Alif Naufal untuk bergabung dengan klub Eropa kembali  terganjal masalah yang sama. Padahal tinggal selangkah lagi, bocah ajaib Indonesia sudah menyambangi markas Club Deprotivo Leganes.

Tristan bertolak ke markas Madrid, Spanyol, akhir September lalu. Pemain berusia 12 tahun itu bahkan sudah sempat diperkenalkan oleh klub yang pernah dihuni pemain sekelas Samuel Eto'o tersebut. Foto-foto Tristan berseragam Leganes bahkan sempat juga diunggah yang bersangkutan lewat akun Twitter-nya. 

Rencananya, Tristan akan bergabung dengan akademi sepak bola Leganes. Namun harapan Tristan kembali terganjal regulasi FIFA terkait perekrutan pemain muda. Dalam aturan yang tertuang pada artikel 19 disebutkan bahwa, pemain yang masih berusia di bawah 17 tahun harus didampingi oleh pihak keluarga.

Orangtua pesepak bola tersebut wajib mendampingi si anak, termasuk bekerja secara profesional di negara yang dituju. "Pihak klub sebetulnya sudah tertarik merekrut Alif, tinggal menyelesaikan beberapa dokumen," kata Ivan Trianto, ayah Tristan saat bertemu kandidat ketua umum PSSI, Jenderal (purn) Moeldoko.

Tristan Alif Naufal saat berada di CD Leganes.

 

Dalam acara 'Moeldoko Mendengar' tersebut, Ivan juga bercerita mengenai pengalaman yang diperoleh Tristan selama berada di Leganes. "Tapi, kami terkendala Undang-Undang FIFA artikel 19 yang mengharuskan jika pemain di bawah umur pindah maka kedua orangtuanya harus ikut pindah," katanya. 

Bukan kali ini saja Tristan batal bergabung dengan klub Eropa. Sebelumnya, Tristan juga terbentur masalah yang sama saat hendak bergabung dengan akademi Ajax Amsterdam. Padahal, klub legendaris asal Belanda itu sangat tertarik merekrut Tristan setelah melihat kemampuannya dalam festival sepak bola di Belanda.

Sebelum ke Leganes tahun ini, Tristan juga sempat mendapat tawaran untuk berlatih di Getafe tapi gagal.

"Saya harap pemerintah maupun pihak swasta mencari jalan keluar terhadap kasus-kasus seperti ini. Jangan sampai bakat pemain Indonesia terhambat karena proses administrasi yang sebetulnya bisa diatasi bersama," ujar Moeldoko menanggapi permasalahan yang menimpa Tristan selama ini.