Statistik Berimbang, Timnas Indonesia Unggul Penyelesaian Akhir

Oleh Liputan6 pada 07 Sep 2016, 16:30 WIB
Diperbarui 07 Sep 2016, 16:30 WIB
Andik Vermansyah
Perbesar
Andik Vermansyah dilanggar pemain Malaysia saat laga uji coba Indonesia vs Malaysia di Stadion Manahan Solo, Selasa (6/9). Indonesia menang telak dengan skor 3-0. (Liputan6.com/ Boy Harjanto)

Liputan6.com, Solo - Timnas Indonesia sukses membungkam musuh bebuyutan, Malaysia dengan skor telak 3-0 pada laga uji coba di Stadion Manahan, Solo, Selasa (6/9/2016) malam WIB. Menariknya, jika dilihat dari data statistik, Indonesia dan Malaysia tampak berimbang. Lalu apa yang membuat Tim Garuda mampu mengalahkan Harimau Malaysia?

Pada laga ini, baik pelatih Indonesia,  Alfred Riedl dan pelatih Malaysia, Ong Kim Swee,  sama-sama memainkan formasi 4-4-2. Kesamaan formasi ini membuat seluruh lini terlibat pertarungan selama 90 menit.

Namun lini yang paling krusial adalah perebutan lapangan tengah. Sebab, dalam formasi 4-4-2, posisi empat gelandang tengah akan saling beradu demi bisa menguasai bola yang akan dikirimkan ke duet penyerang.

Pada laga ini, empat gelandang tengah Indonesia diisi oleh Zulham Zamrun, Evan Dimas, Bayu Pradana, dan Andik Vermansah di babak pertama. Keempat pemain tersebut tampak mampu mengimbangi permainan gelandang Malaysia jika dilihat dari statistik yang dilansir oleh Labbola.

Tercatat, Indonesia dan Malaysia sama-sama meraih penguasaan bola sebanyak 50 persen. Sementara dari segi akurasi operan, Indonesia meraih 81 persen keberhasilan, sedangkan Malaysia di angka 82 persen.

Irfan Bachdim mencoba menguasai bola saat laga uji coba Indonesia vs Malaysia di Stadion Manahan Solo, Selasa (6/9). Bachdim ikut menyumbang satu gol saat Indonesia menaklukan Malaysia dengan skor akhir 3-0. (Liputan6.com/ Boy Harjanto)
Angka-angka tersebut memang memperlihatkan kedua kesebalasan bermain cukup berimbang. Bahkan, Malaysia sedikit lebih unggul dalam jumlah peluang yang dibuat sepanjang pertandingan, sebanyak 12 tembakan berbanding 10 tembakan milik Indonesia.

Namun yang menjadi pembeda kedua tim adalah kualitas penyelesaian akhir. Dalam statistik total tembakan, Indonesia memang kalah banyak dari Malaysia, tapi total tembakan ke gawang yang sukses diciptakan Tim Merah Putih lebih banyak dari Malaysia.

Tercatat, selama 90 menit pertandingan berlangsung, Indonesia mampu membuat lima tembakan ke gawang berbanding tiga milik Malaysia.

Dari kelima tembakan yang mengarah ke gawang milik Indonesia, tiga di antaranya berhasil berbuah gol. Hal ini telah membuktikan bahwa kualitas striker Indonesia yang ditempati oleh Boaz Solossa dan Irfan Bachdim lebih baik ketimbang Malaysia.

Boaz Solossa (kiri) tampil gemilang saat laga uji coba Indonesia vs Malaysia di Stadion Manahan Solo, Selasa (6/9). Indonesia menang dengan skor 3-0. (Liputan6.com/ Boy Harjanto)
Selain faktor para striker, permainan apik lini pertahanan Indonesia juga menjadi alasan utama sukses mengalahkan Malaysia. Ada satu nama pemain bek yang menonjol di laga ini yakni, Fachruddin Wahyudi.

Statistik yang dilansir Labbola memperlihatkan Fachruddin sangat dominan ketika melawan Malaysia. Tercatat, Fachruddin mampu membuat 12 sapuan dan delapan kali memotong operan lawan. Duel memenangi area milik bek Madura United ini juga sangat dominan setelah menyentuh keberhasilan 100 persen.

Kesolidan permainan Fachruddin ini yang membuat gawang Indonesia yang dikawal Andritany Ardhyasa tak kebobolan hingga akhir.
(Yosef Deny Pamungkas)