Septian David Maulana, Lepas dari Label Pemain Pengganti

Oleh Liputan6 pada 20 Mei 2016, 23:37 WIB
Diperbarui 20 Mei 2016, 23:37 WIB
Septian David Maulana, Mitra Kukar, TSC2016ID
Perbesar
Septian David Maulana (kanan) saat mebela Mitra Kukar. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Liputan6.com, Tenggarong - Nama Septian David Maulana kian terangkat berkat performa apiknya bersama Mitra Kukar dalam tiga laga awal Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo. Pemain jebolan timnas U-19 ini mendadak menjadi bintang setelah mampu menembus skuat utama Naga Mekes.

Septian tercatat selalu bermain dalam empat laga awal Mitra Kukar Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo. Hebatnya lagi, dia selalu diturunkan pelatih Mitra Kukar, Subangkit sebagai pemain starter. Padahal di posisinya terdapat pemain yang lebih senior seperti Anindito Wahyu dan Dian Irawan.

Terakhir, Septian ikut membawa Mitra Kukar membungkam Arema Cronus dengan skor 2-1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong. Peran Septian terbilang sentral di barisan depan Naga Mekes.

Kemampuan Septian David yang tak hanya baik dalam memberikan umpan silang ke kotak penalti. Dia juga bisa menusuk ke pertahanan lawan dianggap sebagai nilai plus bagi pemain berusia 19 tahun ini.

Terbukti, berkat talenta tersebut dia mampu mencetak satu gol saat menang 4-1 atas PS TNI di Stadion Siliwangi, Bandung, Sabtu (14/5/2016). Ini merupakan gol pertama Septian untuk Mitra Kukar pada gelaran Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo.

2 dari 3 halaman

Pemain inti Mitra Kukar

Kendati demikian, perjalanan Septian untuk bisa mencapai tempat utama di Mitra Kukar ini tidaklah mudah. Dalam kariernya, dia harus berjuang keras untuk membuktikan diri sebagai pesepak bola hebat yang pantas berlaga di level tertinggi.

Mundur ke beberapa waktu lalu, saat masih tergabung bersama Timnas U-19, nama Septian nyaris sama sekali tak terdengar karena kalah pamor dari bintang Garuda Jaya saat itu seperti, Evan Dimas, Muhammad Hargianto atau Iham Udin Armayn.

Faktor cedera juga membuat kariernya sempat mandek saat masih bersama timnas U-19. Akibatnya dia terlempar dari skuat timnas U-19 untuk gelaran Piala AFF dan kualifikasi Piala AFC. Cedera itu juga yang membuat dirinya tak bisa merasakan euforia kejayaan timnas U-19 yang pada akhirnya juara Piala AFF dan juga lolos ke Piala AFC.

Meski begitu, Septian tidak lantas menyerah. Pemain didikan diklat Salatiga ini terus berlatih demi mengembangkan kemampuan diri dan memikat pelatih timnas U-19 saat itu, Indra Sjafri.

3 dari 3 halaman

Mengesankan Sejak di Timnas U-19

Bak gayung bersambut, Indra Sjafri akhirnya memanggilnya setelah dia tampil mengesankan bersama timnas U-18 di ajang Piala Pelajar Asia. Namun, saat bersama timnas U-19 dia tak lantas menembus skuat utama.

Septian lebih sering masuk sebagai pemain pengganti. Akan tetapi, berkat kerja kerasnya, Septian mampu tampil baik saat dimainkan.

Salah satu contohnya ketika dia mencetak empat gol pada gelaran Tur Nusantara bersama Evan Dimas dkk. Lalu, saat timnas U-19 tur ke Timur Tengah, Septian juga mencetak gol ketika masuk sebagai pengganti Ilham saat melawan Uni Emirat Arab (UEA). Septian juga menyumbang gol terakhir ketika timnas U-19 menang 3-0 atas Yaman U-19.

Kini, status sebagai pemain pengganti tak lagi melabeli Septian David Maulana setelah dia menjadi pemain utama di Mitra Kukar. Hebatnya lagi, Septian juga merupakan salah satu jebolan timnas U-19 yang mampu konsisten menjaga permainan terbaiknya hingga saat ini, selain bek Bhayangkara Surabaya United, Putu Gede Juni Antara.

Penulis: Yosef Deny Pamungkas

Lanjutkan Membaca ↓