Kisah Si Kucing Penyelamat Karier Sir Alex Ferguson

Oleh Luthfie Febrianto pada 20 Mei 2016, 17:30 WIB
Diperbarui 20 Mei 2016, 17:30 WIB
Alex Ferguson (AFP PHOTO/PAUL ELLIS)
Perbesar
Sir Alex Ferguson (AFP)

Liputan6.com, Manchester - Liga Inggris musim 1989/90, Manajer Manchester United, Sir Alex Ferguson -kala itu belum mendapat gelar sir- sedang berada di bawah bayang-bayang pemecatan. Pasalnya, Ferguson belum mempersembahkan satupun trofi sejak didapuk sebagai manajer pada 1986.

Partai Final Piala FA musim 1989/90 pun menjadi partai penghakiman bagi Ferguson. Jika kalah melawan Crystal Palace, karier Ferguson sebagai manajer Setan Merah bakal tamat.

Ketika itu, Final Piala FA masih digelar dengan sistem replay. Di partai pertama, 12 Mei 1990 di Stadion Wembley, MU bermain imbang 3-3 dengan Palace. Namun MU akhirnya merengkuh gelar Piala FA setelah menang tipis 1-0 berkat gol Lee Martin di partai ulangan 17 Mei 1990 di stadion yang sama.

Karier Ferguson sebagai manajer MU pun selamat. Akhirnya seperti diketahui, Ferguson mencatatkan diri sebagai manajer tersukses di United usai mempersembahkan total 38 gelar sebelum pensiun pada 2012. Dia pun dianugerahi gelar Sir oleh Kerajaan Inggris.

Di balik cerita tersebut, ada satu sosok yang berperan besar dalam karier Ferguson. Bahkan boleh dibilang peran Sealey sangat penting. Dia adalah sosok kiper di laga Final Piala FA tersebut, Les Sealey.

2 dari 4 halaman

Bukan Kiper Utama

Les Sealey
Perbesar
Les Sealey tampil brilian di final Piala FA 1990 bagi Manchester United / neverdie58

Sealey sebetulnya bukan kiper utama MU di musim tersebut melainkan Jim Leighton. Namun Sealey dipilih untuk partai ulangan usai Leighton tampil buruk di laga perdana Final.

Kepercayaan Ferguson tersebut dibayar lunas oleh Sealey. Beberapa kali, dia berhasil menyelamatkan gawang MU dari serbuan Palace yang ketika itu diperkuat Ian Wright. Untuk diketahui, Wright -yang kemudian memperkuat Arsenal- adalah salah satu bomber tertajam di musim itu.

Sealey didatangkan MU dengan status pinjaman dari Luton Town. Di klub tersebut, Sealey adalah kiper utama sejak musim 1983 dan mencatatkan 207 penampilan sebelum pindah ke MU pada musim 1989/90.

Namun di MU, Sealey hanya berstatus pemanis bangku cadangan. Dia hanya bermain dua kali di Liga Inggris setelah Ferguson selalu mengandalkan Jim Leighton.

Peruntungan Sealey berubah usai tampil sebagai pahlawan di laga Final tersebut. Oleh MU, kiper kelahiran Bethnal Green, London itu diganjar kontrak permanen untuk musim 1990/91. Di musim tersebut, Sealey tampil 31 kali bagi Setan Merah.

3 dari 4 halaman

Si Kucing dengan Cerita Unik

Les Sealey
Perbesar
Les Sealey meminta disebut Si Kucing

Melansir Dailymail, saat bermain bagi MU, Sealey memanggil dirinya dengan sebutan The Cat, alias Si Kucing. Entah mengapa Sealey minta disebut demikian.

Namun beberapa cerita unik tercipta dalam karier singkatnya bagi United.

Sebagai kiper yang tampil di final, Sealey berhak mendapatkan medali dari Federasi Sepak bola Inggris (FA). Alhasil, Hal itu membuat Leighton, yang menjaga gawang MU sejak putaran awal, tak mendapatkan medali.

Melihat hal tersebut, Sealey pun menghampiri Leighton usai pertandingan dan memberikan medali tersebut pada Leighton. Oleh Leighton, medali itu dikembalikan dengan cara memasukannya ke kantong jas Sealey.

Sealey yang menemukan medali itu lalu meminta Sir Bobby Charlton memberikan lagi medali itu pada Leighton. FA sendiri akhirnya memberikan medali pada Leighton dan Sealey.

Cerita lainnya adalah saat partai Piala Liga 1990/91. Saat itu, Sealey menderita cedera parah usai bertabrakan dengan pemain Sheffield Wednesday, Paul Williams. Kendati begitu, Sealey menolak digantikan.

"Ketika Anda bermain sepak bola, Anda sedang berperang. Dan saya tahu, saya harus bermain dengan antusiasme, hasrat untuk membuat sejarah. Saya selalu bermain dengan penuh semangat di tiap pertandingan," kata Les Sealey pada 1994.

 
Saat MU ingin kembali ke Manchester, Sealey kolaps di bandara Heathrow, London. Sealey pun dilarikan ke rumah sakit dan menjalani operasi darurat. Dokter pun mengatakan, jika terlambat dioperasi luka parah tersebut bisa membuat kaki Sealey harus diamputasi.

Kendati demikian hanya beberapa pekan kemudian, Sealey ternyata telah fit dan turut serta dalam partai Final European Cup-Winners’ Cup. Di sana, Sealey kembali menjadi pahlawan dan MU pun merengkuh trofi tersebut.

4 dari 4 halaman

Serangan Jantung

Final Piala Fa 1990
Perbesar
Manchester United Vs Crystal Palace / Telegraph

Di akhir musim 1990/91, Sealey hengkang dari MU usai gagal mencapai kesepakatan soal kontrak. Sejak itu dia berkelana ke sejumlah klub.

Dia sempat kembali ke MU pada musim 1993/94 namun tak bermain di satu partai pun. Meski begitu, karena jasanya saat periode pertama membela MU, Sealey tetap mendapat respek dari fans Setan Merah.

Sealey mengakhiri kariernya di musim 1998 di West Ham United. Pada 19 Agustus 2001, Sealey meninggal akibat serangan jantung di umur 43 tahun. Jim Leighton yang tetap menjadi sahabatnya usai pensiun dari sepak bola, turut menggotong peti mati Sealey saat upacara pemakaman.

Meski tak sering bermain, Sealey ternyata tetap mendapat tempat spesial bagi MU terutama rekan setim. Situs resmi MU pun sempat memperingati 10 tahun meninggalnya Sealey.

"Sealey adalah tipe orang yang sangat enerjik. Siapapun yang pernah menjadi rekan setimnya akan selalu mengingat Sealey. Orang-orang seperti dia adalah mereka yang Anda tidak lupakan. Dia akan selalu dikenang," kata legenda MU, Bryan Robson dalam tribut tersebut.

Kini, MU berpotensi mengulangi prestasi tersebut saat melawan lawan yang sama, Crystal Palace di Final Piala FA, Sabtu (21/5/2016) malam di Stadion Wembley.

Dengan tanpa partai ulangan seperti 26 tahun yang lalu, MU tentu harus bermain sekuat tenaga demi merengkuh satu-satunya trofi yang mungkin diraih pada musim ini. Seperti juga Sir Alex pada 26 tahun silam, partai ini juga bisa jadi pertaruhan nasib bagi manajer, Louis van Gaal.

Lanjutkan Membaca ↓