Wasit Persipura Vs Persija, Bek Tengah Jebolan Piala Soeratin

Oleh Risa Kosasih pada 29 Apr 2016, 18:40 WIB
Diperbarui 04 Mei 2016, 18:34 WIB
Thoriq M. Alkatiri

Liputan6.com, Jayapura - Wasit muda Indonesia, Thoriq M Alkatiri dipastikan akan memimpin laga pembuka Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo, antar Persipura Jayapura melawan Persija Jakarta, Jumat (29/4/2016) pukul 19.00 WIB. Thoriq yang baru dinobatkan menjadi wasit terbaik di turnamen Piala Bhayangkara 2016 lalu, punya kisah unik yang memaksanya pindah haluan untuk berkarier sebagai korps pengadil lapangan.

Pria asal Purwakarta, Jawa Barat tersebut sudah mulai kursus wasit sejak 2006 dan pada 2012 lalu, dia dipercaya untuk memimpin pertandingan di Divisi Utama Liga Indonesia. Kini, di usianya yang baru menginjak 28 tahun, berbagai prestasi telah diraihnya, padahal, profesi ini dipilih lantaran cederanya yang tak kunjung pulih ketika masih menjadi pesepakbola.

"Saya sudah tidak bisa bermain bola akibat cedera hamstring dan vakum selama satu tahun. Melihat wasit di televisi, saya jadi terinspirasi dan menggelutinya," tutur Thoriq.

Thoriq mengaku dia bahkan sempat membela Persipo Purwakarta U-17 selama dua putaran untuk Piala Soeratin. Andai masih menjadi pemain, dia bakal menempati posisi sebagai pemain belakang. Atau, Thoriq bisa mengajar sebagai guru olahraga untuk mengaplikasikan ilmunya belajar di Universitas Pendidikan Indonesia, Bandung.

"Awalnya dari SMA, ada dari lingkungan saya yang jadi wasit. Dulu saya ini bek tengah dan ikut dua putaran Piala Soeratin," kata wasit berlisensi FIFA ini.

2 dari 2 halaman

32 wasit

Thoriq M. Alkatiri
Thoriq M. Alkatiri menjadi wasit termuda di kompetisi tertinggi tanah air. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Dalam kompetisi Torabika Soccer Championship presented by IM3 Ooredoo, pengawas pertandingan telah menyiapkan 32 wasit dan 42 asisten wasit. Thoriq akan memimpin laga Persipura versus Persija dibantu Iwan Sukoco yang didapuk sebagai wasit cadangan serta dua asisten Bambang Samsudar dan Nuhadi.

Pengagum wasit Piala Dunia 2014, Ravshan Irmatov itu berharap, pada kompetisi kali ini, kesejahteraan para pengadil lapangan bisa lebih meningkat, apalagi operator telah menerapkan regulasi gaji bulanan untuk mereka.

"Saya tidak hobi mengajar, lagipula tidak bisa juga jadi pelatih karena berseberangan dengan profesi ini," kata Thoriq.

"Saya harap PSSI dan Menpora bisa islah, berdamai. Kalau mau memperbaiki tata kelola silahkan tapi yang benar. Brunei disanksi malah jadi lebih baik. Saya berharap kesejahteraan wasit bisa ditingkatkan dengan gaji bulanan atau kontrak," tutur Thoriq.

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

Kevin Sanjaya, Anak Muda Berprestasi Versi Forbes Indonesia