MU Lolos ke Final Piala FA, Van Gaal Semprot Wasit

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 24 Apr 2016, 06:10 WIB
Diperbarui 24 Apr 2016, 06:10 WIB
Manchester United
Perbesar
Usai pertandingan, manajer MU, Louis van Gaal menilai banyak keputusan wasit Anthony Taylor memihak Everton.

Liputan6.com, London - Manchester United lolos ke final Piala FA setelah menyingkirkan Everton dengan skor 2-1 di Wembley Stadium, London, Sabtu (23/4/2016). Usai pertandingan, manajer MU, Louis van Gaal menilai banyak keputusan wasit Anthony Taylor memihak Everton.

Pada babak pertama, Setan Merah --sebutan MU-- mendominasi permainan. Bahkan, bisa mencetak gol lebih dulu melalui sontekan gelandang Timnas Belgia, Marouane Fellaini.

Namun di babak kedua, Van Gaal menilai kepemimpinan Taylor berat sebelah. Manajer asal Belanda itu mengatakan Taylor banyak merugikan Wayne Rooney dan kawan-kawan dengan memberikan beberapa 'hadiah', seperti penalti pada menit ke-56. Untungnya, David De Gea bisa menepis tendangan penalti Romelu Lukaku.

"Saya pikir, wasit telah mengubah pertandingan. Kami seharusnya tidak melakukan banyak pelanggaran. Everton banyak mendapat pelanggaran dalam jarak 60 meter," kata Van Gaal, dikutip Four Four Two.

"Setiap mereka mendapat pelanggaran, suporter Everton bersorak. Padahal, di babak pertama mereka tidak bisa melakukan itu. Seharusnya, wasit yang memutuskan pertandingan, bukan pemain atau suporter," ujar pelatih berusia 64 tahun tersebut.

Chris Smalling melakukan gol bunuh diri (Reuters)

Di pertandingan tersebut, Everton bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-75 berkat gol bunuh diri Chris Smalling. Namun di masa injury time, Anthony Martial memastikan MU mendapat satu tiket di partai final Piala FA.

"Sangat fantastis ketika Anda melihat kebahagiaan di mata para pemain. Yang lebih fantastis lagi ketika fans mulai bahagia. Jadi, saya pikir kami memang pantas masuk final," ujar Van Gaal.