Kutukan 12 Tahun Spalletti Lawan Juventus

Oleh Adyaksa Vidi pada 22 Jan 2016, 17:50 WIB
Diperbarui 22 Jan 2016, 17:50 WIB
Luciano Spalletti
Perbesar
Luciano Spalletti (DANIEL MIHAILESCU / AFP)

Liputan6.com, Roma - Luciano Spalletti berharap-harap cemas menanti laga akhir pekan ini. Maklum, pelatih AS Roma itu tidak punya hasil yang bagus selama 12 tahun terakhir melawan Juventus.

Ya, Juventus merupakan mimpi buruk bagi Spalletti. Dari 17 pertemuan di Serie A, Spalletti hanya meraih tiga poin. Sisanya, 14 laga berakhir dengan kekalahan.


Tentu ini bukan modal bagus bagi Spalletti saat melawat ke Juventus Stadium Minggu (24/1/2016) atau Senin dinihari WIB. Apalagi kekalahan terakhir yakni pada Agustus 2009 dengan skor 1-3 membuat Spalletti harus mundur dari jabatannya di Roma.



Empat tahun sebelumnya, pada November, Juventus juga menjadi momok bagi Spalletti. Di depan pendukungnya sendiri, Roma dibantai 1-4 melalui gol yang dibuat David Trezeguet, Zlatan Ibrahimovic, dan Pavel Nedved.

Spalletti hanya mampu meraih sekali kemenangan melawan Juventus, itu pun di ajang Coppa Italia. Tepatnya pada 26 Januari 2006 di babak semifinal dengan skor 3-2.

2 dari 2 halaman

Laga Sulit

Tidak mudah memang bagi Spalletti mengakhiri kutukan melawan Juve di Serie A. Apalagi mental Radja Nainggolan dan kawan-kawan masih terganggu karena tak pernah menang dalam tiga laga terakhir.



"Banyak pekerjaan yang harus saya lakukan. Yang jelas saya fokus untuk memperbaiki mental pemain," ujar Spalletti seperti dilansir Reuters.

"Semua masalah kami bermula dari mental. Soal fisik bisa dipikirkan kemudian," katanya menambahkan.

Tentu masalah mental pemain bisa diatasi jika Spalletti sendiri mampu melepaskan beban mentalnya melawan Juve. Jika ini sukses, bukan tak mungkin kutukannya bakal berakhir di laga ini.

Saat ini Roma berada di posisi lima klasemen dengan koleksi 35 poin. Sementara Juventus berada di posisi kedua dengan 42 poin.

Lanjutkan Membaca ↓