Prasetyo Edi Siap Tempur di Pemilihan Ketum IMI

Oleh Defri Saefullah pada 07 Des 2015, 21:30 WIB
Diperbarui 07 Des 2015, 21:30 WIB
20151007-Prasetyo-Edi-Marsudi
Perbesar
Edi "Prass86" Prasetyo Siap tempur di pemilihan Ketum IMI pada 18 Desember 2015 (Yoppy Renato/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta: Pembalap offroad yang juga Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi "Prass 86" Marsudi siap tempur di pemilihan Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) yang baru periode 2015-2019. Pemilihan bakal dilakukan pada Kongres IMI yang bakal digelar 18 Desember mendatang di Hotel Borobudur Jakarta.

Prass bakal menjadi penantang serius bagi kandidat lain yaitu Sadikin Aksa yang notabene kini menjabat Wakil Ketua IMI periode 2011-2015. Usai menyerahkan surat rekomendasi dukungan dari 15 Pengprov IMI, pembalap yang suka dipanggil Prass 86 itu langsung gelar deklarasi di sebuah restoran di bilangan Senayan.

"Saat ini, IMI seakan tak ada. Komunitas, pembalap dan pemerintah tidak sinergi dengan IMI. Komunitas seakan digeletakin begitu saja. Sebetulnya IMI itu terbentuk karena adanya komunitas," katanya  kepada wartawan,Senin (7/12/2015).

Prass mengaku apresiasi usaha yang sudah dilakukan Ketua IMI sekarang, Nanan Soekarna yang sudah membangun sistem. "Pak Nanan sudah bangun sistem, tapi di bawahnya tidak jalan. Maka itu, target pertama saya jika terpilih nanti yaitu membenahi organisasi," ujarnya.

Dia mengaku sangat menyayangkan tidak adanya usaha IMI untuk membantu para atlet yang ingin go internasional.

"IMI itu cuma kasih rekomendasi saja, mana usaha lain? Lihat saja bagaimana usaha Rio Haryanto mendapatkan satu seat saja di F1 itu tidak gampang. Kalau IMI bergerak dan punya hubungan baik dengan pengusaha dan pemerintah, masalah pendanaan Rio tidak sulit," ujarnya, menambahkan.

Pria berusia 54 tahun ini mengaku tak akan kesulitan untuk membagi waktu antara tugas di IMI dan DPRD DKI Jakarta.

"Dengan jabatan saya ketua DPRD saya akan repot. Ini kan hobi. Yang penting di bawah saya kuat, mungkin saya akan siapkan tiga wakil ketua umum. Kalau sekarang tidak," katanya.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya