Fitriani Meraih Tiket Babak Utama Chinese Taipei Open

Oleh Bogi Triyadi pada 15 Jul 2015, 14:56 WIB
Diperbarui 15 Jul 2015, 14:56 WIB
Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2015
Perbesar
Fitriani (badmintonindonesia.org)

Liputan6.com, Jakarta - Fitriani meraih tiket ke babak utama turnamen bulu tangkis Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2015. Pebulu tangkis muda tunggal putri Indonesia tersebut menyingkirkan seniornya, Aprilia Yuswandari, dengan skor 21-16, 18-21, dan 22-20, Rabu (15/7/2015).

Sebelumnya, pada partai pertama di babak kualifikasi, Fitriani mengalahkan unggulan kedelapan dari Rusia, Olga Golovanova, 21-16 dan 21-15. Sedangkan di pertandingan kedua, pemain jebolan klub Exist Jakarta ini menekuk wakil tuan rumah, Yu Chien Hui, 19-21, 24-22, dan 21-16.

"Kunci kemenangan Fitriani adalah rasa percaya diri, dia merasa persiapannya bagus, baik secara fisik maupun teknik," kata pelatih tunggal putri Edwin Iriawan soal kemenangan anak didiknya. "Fisik Fitri cukup terkuras saat bermain di babak kualifikasi karena dia bermain tiga kali. Namun, Fitri berhasil mengatasi hal ini."

Tunggal putri Indonesia Fitriani lolos ke babak utama Chinese Taipei Open Grand Prix Gold 2015 (jurnalbulutangkis.com)

"Sekarang saya memang menerapkan semua pemain tunggal putri tidak ada yang boleh santai-santai lagi, harus kerja keras. Selama satu bulan lebih saya menangani tim tunggal putri, harus banyak yang diubah, terutama dari mindset pemainnya," tambah pelatih yang pernah menangani tim nasional India ini.

Fitriani akan menghadapi Chen Jiayuan asal Singapura di babak pertama. Kedua pemain tercatat belum pernah bertemu. Namun, Chen yang duduk di rangking 44 dunia lebih dijagokan ketimbang Fitriani yang kini menempati peringkat 149 dunia. Kemenangan atas Aprilia yang lebih senior di babak kualifikasi tentunya juga bakal menyuntik semangat dan rasa percaya diri Fitriani.

"Secara mental seharusnya dia lebih percaya diri menghadapi pemain Singapura, semoga saja kondisi fisiknya bisa normal kembali. Strategi yang akan diterapkan adalah bermain agresif, cepat, namun tetap berkualitas," pungkas Edwin.

Pebulutangkis Putri Indonesia Hanna Ramadini (badminton.org)

Sayang, langkah Fitriani tak diikuti Hanna Ramadini dan Ruselli Hartawan. Kedua sudah harus angkat koper lebih awal. Hanna, peraih medali perak SEA Games 2015, dikalahkan Lee Chia Hsin dari Taiwan setelah berjuang rubber game 21-19, 16-21, dan 14-21. Sedangkan Ruselli dikalahkan Chen Shih Ying, juga dari Taiwan, dengan skor 13-21, 17-21. (Bog/Ian)

Baca juga:

Wenger Ungkap Strategi Transfer Arsenal Musim Panas Ini

Di Bulan Ramadan, Mantan Striker Chelsea Pilih Umroh

Berikut 32 Pemain AS Roma yang Sambangi Tanah Air