Perusahaan Biskuit Malaysia Ingin Bangun Pabrik di Indonesia

Oleh Siska Amelie F Deil pada 21 Feb 2014, 12:15 WIB
Diperbarui 21 Feb 2014, 12:15 WIB
biskuit-140221b.jpg
Perbesar
Perusahaan produsen biskuit Malaysia, Hup Seng Industries Bhd berencana membangun pabrik manufaktur di Indonesia dalam dua hingga tiga tahun ke depan sebagai salah satu langkah ekspansi bisnisnya.

CEO Hup Seng, Datuk Keh Chu Koh mengatakan, dirinya telah menerima sejumlah proposal dari beberapa perusahaan dan pengusaha Indonesia untuk beroperasi di Tanah Air.

Seperti dikutip dari The Star, Jumat (21/2/2014), di antara para pengusaha di Indonesia yang mengajukan proposal kerjasama padanya, terdapat sejumlah perusahaan manufaktur yang memang tengah kekurangan modal.

"Ada juga para investor kakap dengan dorongan finansial yang kuat tapi tidak berpengalaman dalam memproduksi biskuit," ujarnya.

Dia menjelaskan akan mempertimbangkan sejumlah proposal kerja sama yang telah diterimnya.

"Selain rekan kerja yang tepat, kami juga perlu memperhitungkan sejumlah faktor lainnya seperti lokasi pabrik, pasokan listrik dan infrastruktur," terangnya.

Menurut Datuk Keh, investasi Hup Seng di Indonesia akan menjadi hal yang sangat penting pada 2015 setelah Asean Economic Community (AEC) telah resmi dideklarasikan. Keyakinan itu mengingat AEC bertujuan membentuk pasar regional sendiri, basis produksi, dan menciptakan persaingan yang fair antar negara ASEAN.

"Indonesia memiliki pasar domestik yang besar dan pijakan yang kuat untuk membantu meningkatkan pendapatan kami dalam jangka panjang," tuturnya.

Sejauh ini, Datuh Keh mengungkapkan, industri produksi biskuit Malaysia saat ini tengah mengalami waktu sulit setelah harga sejumlah bahan baku naik. Tak hanya itu, Hup Seng juga mulai digoyang kenaikan pembayaran tarif listrik. (Sis/Ahm)