Ketahanan Energi RI Lebih Singkat dari Malaysia & Singapura

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 18 Feb 2014, 13:10 WIB
Diperbarui 18 Feb 2014, 13:10 WIB
kilang-pertamina-130610c.jpg
Perbesar
Ketahanan energi Indonesia saat ini masih kalah dengan Malaysia dan Singapura, Indonesia hanya memiliki stok Bahan Bakar Minyak (BBM) 22 hari, lebih singkat daripada dua negara tetangganya tersebut.

Anggota Komisi VII DPR Dito Ganinduto mengatakan, rendahnya kualitas ketahanan energi Indonesia dibandingkan kedua negara tetangga tersebut sangat memprihatinkan.

Dengan penduduk 4,7 juta jiwa, Singapura tercatat memiliki stok BBM selama 90 hari. Sementara Malaysia yang berpenduduk 28,27 juta memiliki stok BBM 25 hari. Di pihak lain, Indonesia memiliki yang penduduknya mencapai 242 juta memiliki stok BBM 22 hari.

"Singapura penduduknya 4,7 juta cadangan mereka 90 hari, Malaysia penduduk 28 juta stoknya 25 hari," kata Dito, dalam acara forum energi, di kawasan Kuningan, Jakarta, Selasa (18/2/2013).

Menghadapi kondisi tersebut, Dito menilai negara seharusnya ikut mengurusi ketahanan energi. Selama ini, persoalan penyediaan stok BBM hanya dilakukan oleh PT Pertamina (Persero).

Selain stok yang minim, kapasitas dan kulaitas kilang Indonesia juga sudah tidak lagi memumpuni. Saat ini kilang Indonesia hanya bisa mengolah minyak mentah 800 ribu barel. Malaysia dengan jumlah penduduk lebih sedikit mampu mengolah 722 ribu barel minyak mentah.

"Ada kilang Dumai, Balikpapan, kemudia Cilacap, yang terahir 1994 di Balongan sejak itu sampai hari ini tidak ada kilang, kapasitas kita 800 ribu barel," ungkapnya.

Meski kapasitas kilang lebih besar, Indonesia takkan bisa sebanding dengan Malaysia karena jumlah penduduk yang tergolong besar. "Kita penduduk terbesar keempat didunia. Kita krisis energi kilang," kata dia. (Pew/Shd)

*Bagi Anda yang ingin mengetahui hasil ujian CPNS Honorer K2 2013 silakan klik di cpns.liputan6.com
Baca juga:

Era 70-an, Produksi Minyak RI 1,6 Juta Barel/Hari

Permasalahan Energi RI Masih Menumpuk

Kalau Ada Perang 3 Hari, RI Langsung Kalah, Kenapa?