Merpati Sengaja Dibangkrutkan, Ini Respons Dahlan Iskan

Oleh Fiki Ariyanti pada 22 Jan 2014, 20:40 WIB
dahlan-iskan-130903d.jpg
Nasib maskapai penerbangan, Merpati Nusantara Airlines (MNA) masih saja terkatung-katung di tangan pemerintah. Pasalnya Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memiliki skema pembangkrutan secara bertahap, sedangkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menghendaki Merpati tetap hidup dan membentuk anak usaha baru.

"Kalau soal pailitkan saya tidak tahu. Tanya saja sama sana (Kemenhub). Merpati masih seperti keputusan yang lama dan besok pagi akan saya cek pelaksanaannya seperti apa, sudah sejauh apa," tegas Menteri BUMN, Dahlan Iskan usai Rakor Pangan di Jakarta, Rabu (22/1/2014).

Dia menyebut, tak ada perubahan dalam proses Merpati untuk membentuk anak usaha supaya tetap beroperasi. "Ya (Merpati masih lanjut) seperti keputusan waktu itu, cuma kan ada step-stepnya. Karena saya menginginkan Merpati tetap hidup," harap dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti mengungkapkan rencana pemerintah terkait nasib merpati kedepannya.

"Merpati itu solusi dari BUMN proses bisnis dibangkrutkan tapi ada prosesnya. Mereka dikecilkan bertahap dan sudah disetujui oleh PPA," ungkap Herry.

Proses restrukturisasi utang yang selama ini direncanakan pemerintah seolah hanya akan sia-sia mengingat proses itu memerlukan waktu yang cukup panjang.

Herry menambahkan nantinya justru penyelesaian utang Merpati yang mencapai Rp 7 trilun nantinya akan dilunasi dengan adanya penyitaan aset-aset pihak berwenang.

Setelah utangnya lunas, Merpati akan mendapatkan PMN (Penyertaan Modal Negara) dan membentuk usaha baru. "Kalau dari saya (Kemenhub) untuk menutup gampang tinggal cabut AOC langsung berhenti. Nanti dibangkrutkan dan dihidupkan lagi," tegas dia.

Herry menyebut rencana ini bahkan telah disetujui Menteri BUMN Dahlan Iskan sebagai pemegang saham. Selanjutnya rencana ini akan dirapatkan bersama Kementerian Koordinator Perekonomian.

Sementara itu, Dahlan Iskan justru menawarkan opsi lain dengan membentuk anak usaha baru untuk mampu melakukan Kerjasama Operasional (KSO) dengan swasta.

Sebelum untuk mendapatkan dana dalam pembuatan anak usaha Merpati dihimbau untuk menjual anak usahanya Merpati Maintenace Facility (MMF) ke Perusahaan Pengelola Aset (PPA). (Fik/Ndw)


Baca juga:

Merpati Nusantara Sengaja Dibangkrutkan?

Dahlan Minta Merpati Punya Anak Usaha, Dephub: Jangan Penerbangan