Banjir Bikin Penjualan Pedagang Pasar Cipinang Anjlok hingga 50%

Oleh Nurmayanti pada 21 Jan 2014, 15:17 WIB
Diperbarui 21 Jan 2014, 15:17 WIB
6-pasar-kramatjati-140119c.jpg
Perbesar
Tak cuma penurunan stok dan kenaikan harga, pedagang beras di Pasar Beras Cipinang Jakarta Timur harus  menerima penjualan mereka anjlok imbas dari banjir yang menerjang berbagai wilayah di Indonesia. Banjir membuat pembelian beras terutama antar pulau menurun.

Manajer Senior Pengembangan Data Pangan PT Food Station Tjipinang Jaya, Eri Moh Tarsit mengaku penjualan pedagang Pasar Cipinang turun hingga 50%.

"Penjualan beras turun karena pembeli sepi apalagi pengiriman ke antar pulau tidak bisa karena cuaca. Penjualan turun sampai 50%," jelas dia saat berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (21/1/2014).

Dia mengungkapkan, jika biasanya penjualan beras yang dikirim mencapai 2.000 ton per hari, sekarang hanya  1.000 ton per hari.

Kondisi ini sudah terjadi selama beberapa pekan selama banjir dan cuaca buruk melanda Indonesia. Pedagang pun harus menerima kondisi ini.

Seperti diketahui, terjadi penurunan pasokan beras di pusat penjualan beras Pasar Cipinang membuat harga komoditas pertanian ini ikut naik. Harga beras tercatat naik Rp 100 sampai Rp 200 per kilogram (kg).

Eri mengatakan kenaikan sudah merupakan hukum ekonomi, di pasokan berkurang maka harga akan naik. "Jadinya harga pada hari ini untuk IR6 yang jenis rata-rata naik sekitar Rp 100 sampai Rp 200 per kg," jelasnya.

Adapun stok beras di Pasar Cipinang berkurang akibat banjir yang melanda beberapa wilayah membuat pasokan beras ke pasar ini turun dibandingkan hari sebelumnya.

Pada Selasa ini, stok beras di sentra penjualan beras di Jakarta ini turun menjadi 31.144 ton dibandingkan Senin (20/1/2014) yang tercatat sebesar 31.800 ton.(Nrm)

Baca juga:

Stok Menipis, Harga Beras Pasar Cipinang Naik

Stok Beras di Pasar Cipinang Anjlok


Warga Miskin Harus Berutang Buat Beli Beras Rp 1.600/Kg

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya