Stok Beras di Pasar Cipinang Anjlok

Oleh Nurmayanti pada 21 Jan 2014, 13:01 WIB
Diperbarui 21 Jan 2014, 13:01 WIB
cadangan-beras-140119b.jpg
Perbesar
Akibat banjir yang melanda beberapa wilayah membuat stok beras di Pasar Induk Cipinang Jakarta Timur turun dibandingkan hari sebelumnya.

Pada Selasa (21/1/2014) ini, stok beras di sentra penjualan beras di Jakarta ini turun menjadi 31.144 ton dibandingkan Senin (20/1/2014) yang tercatat sebesar 31.800 ton.

Manajer Senior Pengembangan Data Pangan PT Food Station Tjipinang Jaya, Eri Moh Tarsit menuturkan kondisi ini akibat pasokan dari beberapa sentra penghasil beras mengalami gangguan karena banjir. "Terutama dari Daerah Pantura banyak yang tergenang banjir," kata dia saat berbincang dengan Liputan6.com.

Banjir kata dia, membuat pengiriman beras dari sejumlah wilayah terganggu karena banyak jalur yang terputus.  Ini terutama terjadi dari wilayah Pantura. Wilayah produsen beras yang paling parah terutama di Pamanukan.

Stok, tambah dia, terus menurun karena pedagang juga harus melempar barangnya ke pasar. Sementara pasokan tak bertambah. Padahal, stok beras di pasar ini sangat bergantung terhadap pasokan dari sejumlah daerah seperti Subang, Karawang dan Indramayu.

Sampai pukul 07.00 wib pagi ini, pasokan beras yang masuk ke Cipinang mencapai 556 ton.  Angka ini sebenarnya masih lebih banyak dari hari kemarin yang sebesar 550 ton. "Tapi kan pasokan banyak yang keluar, jadi berkurang," kata dia.

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi sebelumnya membenarkan jika pasokan beras di Pasar Cipinang menurun.

Jika biasanya pasokan beras yang masuk ke pasar tersebut mencapai 2.500 hingga 3 ribu ton per hari, namun dalam beberapa hari terakhir pasokan turun menjadi 2.000 hingga 2.100 ton per hari. Hal ini lantaran adanya gangguan distribusi dari Karawang dan Cirebon akibat banjir.

Namun, dia menilai pasokan masih mencukupi untuk memenuhi pelayanan normal dari pasar tersebut sekitar 11-12 hari mendatang untuk memasok ke wilayah Jabodetabek dan antar pulau. (Nrm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya