Bangun Pabrik di Indonesia, Perusahaan Taiwan Makin Makmur

Oleh Siska Amelie F Deil pada 27 Des 2013, 14:40 WIB
Diperbarui 27 Des 2013, 14:40 WIB
busnisman-131227b.jpg
Perbesar
Perusahaan garmen asal Taiwan, Tainan Enterprise Co., Ltd., sangat optimis pendapatannya dapat meningkat 20% dalam setahun. Keyakinan tersebut muncul setelah dua pabriknya di Indonesia mulai beroperasi pada Juni lalu.

Seperti dikutip dari Taipei Times, Jumat (27/12/2013), dua pabrik tersebut membeli 40 line produksi yang sekaligus meningkatkan jumlah produksinya di Indonesia. Presiden dan CEO Tainan Enterprise Co., Cathy Yang mengatakan, saat ini perseroan telah memiliki 110 line pabrik yang aktif beroperasi di Indonesia.

Produsen pakaian unggulan untuk merek-merek ternama asal Amerika Serikat (AS) dan Jepang ini memprediksi kapasitas produksinya meningkat hingga 1,4 juta tahun depan.

"Saat ini di Indonesia, Tainan mampu memproduksi 1,1 juta produk dalam setahun," ungkap Yang.

Tainan merupakan perusahaan global yang berperan sebagai pemasok pakaian ke AS untuk bermerek seperti White House Black Market, Ann Taylor, Macy’s dan Gap. Selain itu, merek ternama asal Jepang seperti Itochu pun bekerjasama dengan Tainan sebagai pemasoknya.

Selain di Indonesia, Tainan juga membuka pabrik di Kamboja yang berhasil memproduksi 700 ribu pakaian per tahun. Di China perusahaan garmen ini juga memproduksi 600 ribu hingga 700 ribu pakaian per tahun.

"Kami fokus membuat pakaian dengan rancangan yang lebih rumit, dan kebanyakan hasil produksi masih dihasilkan di China," ungkap Yang.

Perusahaan garmen tersebut akan terus memperluas pasarnya dengan membuka pabrik di negara-negara Asia Tenggara. Namun meski banyak perusahaan Taiwan yang membangun pabrik di Vietnam, Tainan belum membidiknya sebagai target operasi. (Sis/Ndw)