BCA Kurangi Pemberian KPR Mulai Tahun Depan

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 27 Nov 2013, 20:57 WIB
Diperbarui 27 Nov 2013, 20:57 WIB
kpr-130716b.jpg
Perbesar
PT Bank Central Asia Tbk berencana membatasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) mulai tahun depan. Bisnis pembiayaan yang banyak diincar masyarakat ini terpaksa dikurangi demi menciptakan stabilitas pertumbuhan keuangan sejalan dengan keinginan Bank Indonesia yang berupaya menekan kredit sektor Properti.

"Tahun 2014 kami budgetkan peningkatan KPR dibawah 10%, kami akan injak rem di tahun depan. Tahun sebelum-sebelumnya pertumbuhan KPR sangat tinggi, maka kami perlu bernapas dulu," ujar Wakil Presiden Direktur BCA, Eugene Keith Galbraith di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (27/11/2013).

Keith menambahkan keputusan bank sentral untuk menaikkan suku bunga acuannya (BI Rate) sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 7,5% merupakah langkah yang tepat. Keputusan ini dianggap sejalan dengan kebijakan bank yang mengetatkan perkembangan kredit perbankan.

"Kami rasa keputusan BI tepat untuk menaikkan bunga acuan itu, dengan begini sektor properti akan sedikit mendingin dulu untuk sementara," tegasnya.

Tidak hanya sektor properti, bank swasta terbesar di tanah Air ini juga menyatakan komitmennya akan menurunkan pertumbuhan sektor kredit konsumernya di kisaran 15%.

Perlambatan KPR tersebut ditandai dengan rencana BCA yang akan menaikkan suku bunga pinjaman sebesar 50 basis poin (bps). Kenaikan tersebut menyesaikan semakin tingginya suku bunga acuan yang sudah dinaikkan Bank Indonesia dari 7,25% menjadi 7,5% dan dibarengi dengan kenaikan suku bunga simpanan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menjdi 7,25%.

"Suku bunga pinjaman kami sekarang meramalkan tahun depan akan naik 50 basis poin," ungkap Wakil Presiden Direktur BCA, Eugene Keith. (Yas/Shd)

Tag Terkait