Pebisnis AS Mulai Incar Bisnis Logistik di Daerah

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 13 Nov 2013, 14:57 WIB
Diperbarui 13 Nov 2013, 14:57 WIB
investasi-ilustrasi-131023b.jpg
Perbesar
Meski dilliputi data-data makro yang kurang menggembirakan, Indonesia masih mampu menjadi magnet masuknya investasi asing khususnya dari Amerika Serikat (AS). Para pebisnis yang tergabung dalam US-ASEAN Business Council mengaku menaruh minat untuk berinvestasi pada sektor logistik di kota tujuan kedua Indonesia.

Kota kedua yang dimaksud adalah daerah-daerah yang selama ini belum terpusat dan tak merata pasokan kebutuhannya.

"Perkuat jaringan distribusi logistik, didaerah kita atau kota kedua, mereka sangat mendukung," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi mengatakan usai menerima kunjungan US-ASEAN Business Council di kantornya, Jakarta, Rabu (13/11/2013).

Tingginya minat investasi pebisnis AS tersebut diharapkan dapat mengembangkan perekonomian daerah. Selain itu, upaya pemerataan perekonomian yang selama ini digadang pemerintah diharapkan bisa tercapai.

"Tidak terpusat tapi didaerah lain, ini suatu yang baik, ini bagian pemerataan ekonomi," ungkapnya.

Bayu menilai para pebisnis AS tampaknya memperoleh informasi adanya peningkatan produksi di daerah. Tak hanya di sentra-sentra daerah, para pebisnis ini juga berniat membantu jaringan distribusi di Jawa Timur bagian timur, Sulawesi Selatan, dan Sumatera Utara.

Pemerintah berharap kedatangan pengusaha AS dapat membawa kemajuan positif bagi perekonomian Indonesia. Hal ini juga menandakan pandangan pengusaha Negeri Paman Sam yang memandang Indonesia sebagai negara yang baik untuk berinvestasi.

Sebelumnya, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik mengatakan pihak  US-ASEAN Business Council akan mendorong Indonesia menjadi negara top-10 pada 2025 dengan memberi masukan kemudahan investasi di Indonesia.

Jero Wacik mengatakan, pemerintah telah melakukan pertemuan dengan  US-ASEAN Business Council, salah satu pembicaraan yang dibahas adalah konsultasi untuk percepatan perizianan investasi di Indonesia.

"Jadi konsultasi. apa-apa yang masih menjadi persoalan, yang minta dipercepat, soal-soal apa saja. Jadi aturan apa yang dia harus ikuti juga," ungkap Jero.(Pew/Shd)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya