9 Kecanduan yang Paling Menguras Kantong (I)

Oleh Siska Amelie F Deil pada 23 Okt 2013, 05:30 WIB
Diperbarui 23 Okt 2013, 05:30 WIB
kecanduan-mahal-131022d.jpg
Perbesar

Kecanduan melakukan sesuatu bisa membuat banyak orang rela menghabiskan uangnya dalam jumlah besar. Siapa sangka, jatuh cinta juga bisa membuat pria dan wanita terkuras dompetnya karena ingin terus bertemu.

Seperti melansir The Richest, Rabu (23/10/2013), beberapa kecanduan tertentu bisa membuat banyak orang kehilangan banyak uang dalam setahun. Namun meski harus merogoh kocek dalam jumlah besar, banyak orang tetap kembali untuk melakukannya.

Demi memperoleh kepuasan pribadi, sebagian orang malah tak berpikir panjang untuk menggelontorkan uangnya. Berikut 9 kecanduan yang dinilai paling menguras biaya, yakni:
1. Operasi plastik

Biaya yang dikeluarkan per tahun: US$ 2.000-US$ 500 ribu (Rp 22,4 juta-Rp Rp 5,6 miliar)

Industri bedah plastik merupakan bisnis besar yang menghasilkan keuntungan hingga miliaran rupiah. Sekali melakukan operasi dan merasa lebih cantik, para pelanggan biasanya kecanduan untuk melakukannya terus. Tentu saja biayanya menjadi semakin melambung tinggi.
2. Dekorasi rumah

Biaya yang dikeluarkan per tahun: US$ 10 ribu-US$ 5 juta (Rp 112,9 juta-Rp Rp 56,4 miliar)

Kebutuhan mengubah suasana hidup membuat banyak orang tak ragu menghabiskan banyak uang hingga miliaran rupiah untuk mendekorasi rumahnya.

Mengubah rumah menjadi lebih cantik membutuhkan biaya mahal dan membuat para pelakunya kecanduan untuk terus melakukannya.
3. Judi

Biaya yang dikeluarkan per tahun: US$ 5.000-US$ 75 ribu (Rp 56,4 juta-Rp Rp 846,8 juta)

Kecanduan pada judi bisa membuat para pelakunya rela merogoh jutaaan hingga ratusan juta rupiah untuk melakukannya.

Judi bisa membuat Anda dengan mudah ketagihan mengingat karakter dasar manusia yang selalu ingin menang. Sekali Anda menang, Anda pasti ingin terus bermain lagi meskipun beberapa kali menderita kekalahan besar.
4. Rokok

Biaya yang dikeluarkan per tahun: US$ 280-US$ 6.000 (Rp 3,1 juta-Rp 67,7 juta)

Merokok merupakan salah satu kecanduan paling mahal di dunia. Rata-rata para perokok menghabiskan sedikitnya Us$ 5.000 atau setara Rp 56 juta per tahun untuk kebiasaan buruknya tersebut.

Pajak rokok juga tercatat meningkat seiring dengan tingginya tingkat kecanduan para perokok. Namun daripada berhenti merokok, para pecandu nikotin ini lebih memilih untuk membayar lebih mahal.

Menjadi pecandu rokok berarti Anda menanggung dua kerugian besar, kehabisan uang dan risiko mengidap penyakit berat.
5. Belanja Online

Biaya yang dikeluarkan per tahun: US$ 1.000-US$ 500 ribu (Rp 11,3 juta-Rp 5,6 miliar)

Bukan cerita baru soal banyak konsumen yang ketagihan belanja. Kemudahan belanja online membuat tingkat kecanduan sejumlah konsumen bertambah besar.

Jika para konsumen hanya belanja online dalam jumlah rendah maka harganya akan menjadi sangat mahal. Namun jika belanja dengan jumlah tinggi, risikonya para konsumen bisa berutang besar. Meski demikian, saat ini tingkat belanja online cenderung mengalami penurunan.


Ingin tahu 4 dari 9 kecanduan yang paling menguras kantong, simak artikel berikutnya. (Sis/Nur)