Shutdown AS, Apa Kata Ekonom?

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 04 Okt 2013, 20:05 WIB
Diperbarui 04 Okt 2013, 20:05 WIB
shutdown-as-131003b.jpg
Perbesar
Penutupan pemerintah Amerika Serikat (AS) alias shutdown diperkirakan tidak berlangsung lama. Meski kondisi ini membuat investor tidak bisa masuk ke Amerika dalam waktu dekat ini.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Destri Damayanti mengatakan, penutupan pemerintahan AS hanya untuk memberikan sentimen saja. Dirinya tidak percaya negara sebesar As menutup pemerintahan dengan waktu yang lama.

"Dampaknya kalau saya melihatnya masalah Amerika nggak akan lama, masa benar shutdown. Dia negara besar, mungkin memberikan sentimen saja ke market," kata Destri di Jakarta, Jumat (4/10/2013).

Dia memprediksi, parlemen AS akan melakukan koreksi atas keputusannya. Meski pada saat itu, negara ini belum bisa menerima investor masuk karena masih membenahi pasarnya yang membuhtukan waktu panjang.

"Investor luar jangan harap bisa masuk. Susah mengharapkan market berbalik jangka pendek.  Akan ada koreksi," ungkapnya.

Sedangkan, Pengamat Ekonomi Anwar nasution mengatakan, aksi shutdown AS akan berdampak besar pada sektor pertambangan.

Anwar menjelaskan, keterkaitan shutdown AS dengan Indonesia. Tutupnya pemerintahan Amerika dipastikan mmepengaruhi industri di Cina. Pasalnya Cina merupakan eksportir terbesar ke As.

"Jelas dia patuh, kita muntah darah. Kenapa? Karena Amerika perusahaan besar bagi ekspornya Cina itu," kata Anwar. (Pew/Nur)