Menperin: Semoga Demokrat dan Republik Tak Lama Berantem

Oleh Septian Deny pada 03 Okt 2013, 20:35 WIB
Diperbarui 03 Okt 2013, 20:35 WIB
shut-down131002b.jpg
Perbesar
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengaku khawatir aksi penutupan pemerintahan (shutdown government) yang melanda pemerintah Amerika Serikat bisa berdampak pada Indonesia. Namun kekhawatiran itu bisa terjadi jika kondisi tersebut berlangsung dalam jangka waktu yang lama.

Hidayat menjelaskan, AS memiliki peran yang penting bagi Indonesia. Negara Adidaya tersebut merupakan pasar ekspor untuk sejumlah produk Indonesia sepertiĀ tekstil, garmen, makanan, minuman dan beberapa produk bahan baku.

"Kalau shutdown ini berlangsung lama, akan mempengaruhi market kita," ujarnya usai menghadiri acara Indonesia-China Business Luncheon di Jakarta, Kamis (3/10/2013).

Meski mengkhawatirkan dari sisi perdagangan, Hidayat optimistis aktivitas investasi tidak akan terpengaruh dengan aksi shutdown tersebut. Hal ini terjadi karena investasi perusahaan AS di Indonesia masih terbilang cukup kecil dan hanya terfokus pada sektor Migas.

"Mereka lebih besar di oil and gas, sementara di manufaktur tidak terlalu besar," jelasnya.

Hidayat tetap berharap agar shutdown government pemerintah AS tidak berlangsung lama karena justru dapat merugikan investasi di negeri Paman Sam itu sendiri.

"Tetapi diharapkan ini tidak berlangsung lama berantemnya antara Demokrat dan Republik, jadi dispute politik kedua partai akan bisa cepat berakhir karena itu merugikan Amerika sendiri secara politik maupun investasi," tandasnya. (Dny/Shd)