NEDO Rogoh Rp 350 Miliar Bangun Kawasan Industri Ramah Lingkungan

Oleh Pebrianto Eko Wicaksono pada 15 Jul 2013, 14:12 WIB
Diperbarui 15 Jul 2013, 14:12 WIB
industri-ramah-lingkungan-130715b.jpg
Perbesar
New Energy and Industrial Technology of Development (NEDO) dari Jepang siap mengucurkan dana 3,5 miliar yen setara Rp 350 miliar untuk merealiasikan pembangunan proyek percontohan kawasan industri yang ramah lingkungan dan hemat energi pertama di kawasan Asia.

Direktur Eksekutif Nedo Hiroshi Kuniyoshi mengatakan NEDO merupakan lembaga semi pemerintah yang melaksanakan penelitian dan pengembangan teknologi energi, teknologi lingkungan dan teknologi industri.

Untuk menjalankan proyek kawasan industri yang ramah lingkungan, NEDo mengaku telah memiliki empat perusahaan mitra yang memiliki peran dan tugasnya masing-masing. Mitra pertama adalah Fuji Elektrik yang bertanggungjawab terhadap distribution automation system (DAS) berupa DAS server dan high quality power supply system, serta UPS.

Sementara itu, Mitsubishi Elektrik bertanggung jawab terhadap dua teknologi, yakni demand side management system dan factory energy management system. Sedangkan NTT Communication bertanggungjawab terhadap hubungan komunikasi yang melalui kabel.

"Jadi masing-masing perusahaan yang terlibat akan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan proyek itu. perusahaan jepang itu punya tanggung jawab masing-masing," ujar Hiroshi.

NEDO memastikan kebutuhan dana sebesar 3,5 miliar yen tersebut akan dipenuhi seluruhnya dari institusinya. Dana itu akan dikoordinasikan dibawah Sumitomo Corporation.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji, mengatakan, salah satu bentuk efisiensi energi dikawasan industri adalah dengan cara penggiliran dalam menggunakan listrik yang diharapkan bisa mengurangi beban puncak listrik akan berkurang. Selain itu, penghematan bisa dilakuan dengan cara menggunakan alat produksi secara kolektif.

"Sebelumnya pabrik ini kalau mau jalankan listrik dalam jumlah besar mereka masing-masing aja, tanpa koordinasi dengan tetangga sesama pabrik. Yang akan dilakukan saat ini, akan ada semacam kontrol center. Dengan cara itu, kapasitas PLN bisa turun," jelasnya.

Sebagai informasi, proyek  kawasan industri yang ramah lingkungan dan hemat energi atau  Demonstration Project for Smart Communities in Industrial Park, pembangunan kawasan tersebut akan dilakukan di kawasan industri Surya Cipta City , Karawang Indonesia.(Pew/Shd)

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Soto Gratis Warga Isoman